kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.933   12,00   0,07%
  • IDX 7.199   92,36   1,30%
  • KOMPAS100 997   18,84   1,93%
  • LQ45 735   12,20   1,69%
  • ISSI 254   5,52   2,22%
  • IDX30 400   7,10   1,81%
  • IDXHIDIV20 501   11,85   2,43%
  • IDX80 112   2,10   1,91%
  • IDXV30 136   1,72   1,28%
  • IDXQ30 130   3,03   2,38%

Dapen BCA Optimistis Capai Target RoI 2025


Sabtu, 27 Desember 2025 / 20:37 WIB
Dapen BCA Optimistis Capai Target RoI 2025
ILUSTRASI. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) optimistis Return on Investment (RoI) dapat mencapai target yang telah ditentukan pada akhir 2025 (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) optimistis Return on Investment (RoI) dapat mencapai target yang telah ditentukan pada akhir 2025, yaitu sebesar 7,8%. Direktur Utama Dana Pensiun BCA, Budi Sutrisno, mengatakan optimisme itu berkaca pada perolehan terakhir RoI Dapen BCA.

"Berdasarkan data terakhir, realisasi RoI kami telah mencapai 8,5%. Dengan demikian, kami melihat peluang yang cukup besar bahwa target RoI tahun ini dapat tercapai," ungkapnya kepada Kontan, Sabtu (27/12/2025).

Sementara itu, Budi menyampaikan saat ini porsi investasi pada instrumen SBN masih menjadi salah satu komponen terbesar dalam portofolio Dapen BCA, yakni sebesar 39%. Penempatan itu sejalan dengan karakter dana pensiun yang mengedepankan keamanan dan stabilitas.

Baca Juga: Dapen BCA Catatkan RoI 6,79% pada Kuartal III-2025, Melampaui Rata-Rata Industri

Memasuki tahun 2026, Budi menyampaikan pihaknya akan tetap berfokus pada strategi investasi yang prudent, adaptif, dan berbasis manajemen risiko.

Dia bilang Dapen BCA akan mengoptimalkan portofolio melalui diversifikasi yang seimbang antara instrumen pendapatan tetap, Surat Berharga Negara (SBN), obligasi korporasi, pasar modal, serta instrumen lain yang sesuai dengan regulasi dan profil risiko.

"Penyesuaian strategi akan dilakukan secara dinamis mengikuti perkembangan suku bunga, kondisi ekonomi domestik, dan prospek pasar keuangan guna menjaga stabilitas sekaligus mendorong peningkatan kinerja investasi secara berkelanjutan," kata Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×