kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Dapen BTN: Penurunan Suku Bunga BI Dapat Memberikan Dampak Positif


Rabu, 24 September 2025 / 16:34 WIB
Dapen BTN: Penurunan Suku Bunga BI Dapat Memberikan Dampak Positif
ILUSTRASI. \Dapen BTN optimistis penurunan BI Rate dan kenaikan IHSG bisa berdampak positif juga bagi portofolio investasi Dapen BTN


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun PT Bank Tabungan Negara (BTN) yang merupakan penyelenggara Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) menilai adanya penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) menjadi 4,75% dan pencapaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada level tertinggi dapat memberikan dampak positif terhadap pasar keuangan domestik.

Direktur Investasi Dapen BTN Adi Santoso Budidarma mengatakan, adanya kedua momentum itu bisa berdampak positif juga bagi portofolio Dana Pensiun (Dapen) BTN.

"Hal tersebut bersamaan dengan penurunan yield Surat Utang Negara (SUN) dan instrumen pasar uang, sehingga membuka ruang bagi potensi apresiasi aset keuangan di Indonesia," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (24/9/2025).

Bagi Dana Pensiun BTN, Adi menerangkan momentum tersebut akan menjadi pertimbangan dalam menyeimbangkan portofolio investasi agar senantiasa optimal. Dia bilang setiap pertimbangan yang dilakukan pihaknya berdasarkan atas analisis internal, serta dijalankan dengan prinsip kehati-hatian (prudent). 

Baca Juga: Dapen BCA Tempatkan Investasi Terbesar di Instrumen SBN per Agustus 2025

Usai adanya kedua momentum itu, Adi mengatakan pihaknya akan menanggapi dengan strategi investasi yang tetap berpegang pada kesesuaian regulasi, kesesuaian profil kewajiban Dana Pensiun BTN maupun Strategic Asset Allocation (SAA), manajemen risiko, serta sejalan dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan. 

"Fokus utama Dana Pensiun BTN tetap pada pencapaian imbal hasil yang optimal dan berkesinambungan dengan risiko yang terukur, bukan hanya sekadar merespons momentum dan sentimen jangka pendek," tuturnya.

Sementara itu, Adi menerangkan per Agustus 2025, total aset investasi Dana Pensiun BTN mencapai Rp 2,59 triliun. Porsi terbesar berada pada instrumen pendapatan tetap, seperti Surat Berharga Negara (SBN), Obligasi/Sukuk Korporasi, maupun Efek Beragun Aset (EBA), mencakup 51,54% dari total aset investasi per Agustus 2025. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×