kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.620   67,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Debitur yang bisnisnya terdampak corona belum ajukan restrukturisasi kredit


Rabu, 04 Maret 2020 / 18:15 WIB
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi di Bank BNI, Jakarta, Senin (27/1).Relaksasi penilaian kualitas kredit oleh OJK diakui sejulmah bank belum mengajukan restrukturisasi kredit. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Hariyono juga menambahkan selain kalkulasi yang baik, sejatinya penyebaran Covid-19 hampir merambah semua sektor industri, kecuali sektor barang konsumen, dan sektor farmasi yang belakangan justru diserbu masyarakat.

Adapun Ketua Bidang Pengkajian & Pengembangan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Aviliani sebelumnya memperkirakan pengajuan restrukturisasi kredit bakal mulai marak pada awal kuartal II-2020.

Baca Juga: Bank Danamon jalin kerjasama dengan Carsome sebagai bank cash management

“Pelaku usaha biasanya masih punya persediaan untuk melangsungkan produksi selama kuartal I-2020. Mungkin di awal kuartal II-2020 debitur baru ajukan restrukturisasi,” katanya kepada Kontan.co.id belum lama ini.

Adapun dari catatan OJK, meskipun Covid-19 mulai menyebar pesat sejak awal tahun, kinerja intermediasi perbankan hingga Januari 2020 terpantau masih kondusif dengan penyaluran kredit tumbuh 6,10% (yoy).

Kredit investasi jadi penopang dengan pertumbuhan 10,48% (yoy). Sementara rasio non performing loan (NPL) juga terjaga baik dengan NPL gross di level 2,77%, dan NPL nett 1,04%.

Baca Juga: Perbankan masih percaya diri target kredit tercapai di tengah wabah virus corona

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×