kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Digital banking makin populer, komisi bank makin tebal


Jumat, 26 Juni 2020 / 10:00 WIB
ILUSTRASI. Warga menggunakan fasilitas layanan perbankan digital di Jakarta, Kamis (18/7/2019). Bank Indonesia mencatat transaksi daring (online) melalui layanan perbankan digital mengalami peningkatan dibandingkan bulan lalu yaitu mencapai 34,5 persen (yoy), hal it


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Inilah yang menyebabkan transaksi digital semakin menjadi pilihan. Saat ini, sudah 98% transaksi di BCA dilakukan lewat e-channel dan 80% dari angka tersebut menggunakan digital banking.

Meningkatnya kebutuhan digital banking tersebut membuat pertumbuhan rekening tabungan BCA juga semakin pesat. Saat ini, perseroan sudah punya fitur pembukaan rekening secara online pada layanan mobile banking

Baca Juga: Ramalan Chatib Basri: Bakal muncul masalah baru di 2021

Selama pandemi, pembukaan rekening baru BCA lewat fitur online tersebut mencapai 5.000 setiap harinya.

Jahja bilang, tantangan BCA ke depan adalah bagaimana memacu fee based income dari transaksi digital ini. Adapun porsi fee based income telah menyumbang sekitar 20%-25% terhadap kinerja bank ini. "Potensinya fee based income ini masih sangat besar. Apalagi dengan perkembangan middle income," pungkas Jahja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×