kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

OJK Ungkap Sejumlah Tantangan yang Dihadapi Industri Dana Pensiun


Senin, 18 Mei 2026 / 17:10 WIB
OJK Ungkap Sejumlah Tantangan yang Dihadapi Industri Dana Pensiun
ILUSTRASI. OJK mendesak dana pensiun perkuat manajemen risiko. Ketahui cara melindungi investasi di tengah gejolak pasar yang tak terduga.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti sejumlah tantangan yang masih membayangi industri dana pensiun pada tahun ini. Volatilitas pasar keuangan, perubahan suku bunga, tekanan geopolitik global, hingga potensi kenaikan inflasi dinilai dapat memengaruhi kinerja investasi dana pensiun.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan, tantangan utama industri dana pensiun ke depan berasal dari dinamika pasar keuangan global dan domestik.

“Tantangan utama industri dana pensiun antara lain berasal dari volatilitas pasar keuangan, perubahan suku bunga, tekanan geopolitik, serta potensi kenaikan inflasi yang dapat memengaruhi nilai wajar instrumen investasi,” ujar Ogi dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Sabtu (16/5/2026).

Menurut dia, selain faktor eksternal, strategi alokasi aset masing-masing dana pensiun juga menjadi faktor penting dalam menentukan pencapaian hasil investasi. Sebab, setiap dana pensiun memiliki profil liabilitas dan tingkat toleransi risiko yang berbeda.

Baca Juga: Laba BCA Tumbuh 3% yoy Pada April 2026

Karena itu, OJK mendorong industri dana pensiun untuk terus memperkuat manajemen risiko dan menjaga prinsip kehati-hatian dalam penempatan investasi. Diversifikasi portofolio juga dinilai penting untuk menjaga ketahanan dan keberlanjutan hasil investasi di tengah ketidakpastian pasar.

Di sisi lain, OJK mencatat Return on Investment (ROI) dana pensiun per Maret 2026 sebesar 0,02%, menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 0,70%. Penurunan tersebut antara lain dipengaruhi meningkatnya risiko geopolitik global dan penurunan tingkat suku bunga yang berdampak pada menurunnya yield investasi.

"Meskipun demikian, dengan pertumbuhan ekonomi domestik yang masih positif dan inflasi yang relatif terjaga, kinerja ROI dana pensiun pada tahun 2026 masih diperkirakan tetap mampu tumbuh positif, meski pencapaiannya akan sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan domestik," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×