kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45890,17   -0,25   -0.03%
  • EMAS926.000 0,43%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Dirumorkan mau merger, ini kata OVO dan DANA


Kamis, 15 April 2021 / 17:47 WIB
Dirumorkan mau merger, ini kata OVO dan DANA
ILUSTRASI. Karyawan yang menjalani Kerja Dari Rumah (Work From Home) melakukan transaksi non tunai melalui aplikasi e-wallet di Tangerang Selatan, Kamis (16/4). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/16/04/2020.

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kembali santer terdengar kabar terkait dua perusahaan pembayaran digital yakni OVO dan DANA akan melakukan aksi merger. Penggabungan OVO dan DANA ini kabarnya dilakukan demi mengurangi strategi "bakar uang". 

Sebelumnya, perusahaan ride-hailing yang berbasis di Singapura, Grab, diketahui sudah membeli saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), perusahaan teknologi di Indonesia dan masuk konglomerat media Emtek.

Melansir The Straits Times, Grab dikabarkan membeli saham Emtek sebesar 4% dengan nilai mencapai Rp 4 triliun. Grab disebut mendapatkan dukungan dari Softbank dalam membeli saham grup perusahaan kerajaan media dan teknologi itu.

Baca Juga: KoinWorks tunjuk Valdy Mustafa sebagai Chief of Risk Officer (CRO) baru

Pada 5 April 2021, Emtek mengumumkan telah menyelesaikan penambahan modal dengan skema private placement (PMTHMETD) senilai Rp 9,3 triliun. Investor baru yang masuk adalah Naver Corporation, mesin pencari web terbesar di Korea Selatan, dan sebuah perusahaan investasi bernama H Holdings Inc menjadi pembeli saham yang mewakili sekitar 8,4% dari modal perusahaan.

"Hasil dari private placement akan digunakan untuk mengembangkan bisnis serta membantu mendanai operasional sehari-hari," kata manajemen Emtek dalam pengajuannya ke Bursa Efek Indonesia.

Setelah private placement, pemegang saham Emtek utama mengalami penurunan atau terdilusi. Misalnya, kepemilikan pendiri Eddy K. Sariaatmadja turun dari sebelumnya 24,90% menjadi 22,96%. Saham milik PT Adikarsa Sarana terdilusi menjadi 10,03% dari sebelumnya 11,53%.

Lalu Susanto Suwarto juga turun kepemilikannya menjadi 11,63% dari 12,61% dan Piet Yaury berkurang menjadi 8,15% dari sebelumnya 8,84%.

Masuknya Grab menjadi sinyal bahwa perusahaan pembayaran digital kedua perusahaan yakni OVO dan DANA berpotensi merger guna menghadapi persaingan dengan Gopay dari Gojek dan LinkAja dari perusahaan BUMN.

Baca Juga: Bidik semua lapisan masyarakat, Kredit digital JULO beri limit hingga 15 Juta

Menanggapi rumor ini, OVO dan DANA pun angkat bicara. "Kita tidak ada komentar mengenai rumor & spekulasi di pasar," kata Head of Corporate Communication OVO Harumi Supit kepada kontan.co.id.

Sementara itu, menanggapi mengenai aksi merger ini, Agustina Samara, Chief People & Corporate Strategy Officer DANA Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengomentari rumor yang beredar di pasar.

"DANA akan tetap fokus untuk mengembangkan teknologi yang akan menjadi jembatan bagi masyarakat Indonesia menuju transformasi keuangan digital yang semakin inklusif di Indonesia," kata Agustina.

Sebagai informasi, pada September 2019, Reuters melaporkan, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini, bahwa Grab sedang dalam pembicaraan untuk menggabungkan OVO, dengan perusahaan e-money DANA yang didukung oleh Emtek dan Ant Financial.

Selanjutnya: Kembali mengancam masyarakat, ini daftar pinjol ilegal menurut OJK & ciri-cirinya

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Tag


TERBARU

[X]
×