kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.657   -163,74   -2,81%
  • KOMPAS100 731   -21,54   -2,86%
  • LQ45 557   -15,97   -2,79%
  • ISSI 196   -5,16   -2,57%
  • IDX30 317   -8,50   -2,61%
  • IDXHIDIV20 392   -9,09   -2,27%
  • IDX80 83   -2,44   -2,85%
  • IDXV30 107   -1,93   -1,78%
  • IDXQ30 103   -2,32   -2,22%

Ditanya merger dengan BNI, Bank Mandiri pilih diam


Rabu, 11 Februari 2015 / 18:17 WIB
ILUSTRASI. Manfaat buah raspberry untuk kesehatan.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank Mandiri memilih bungkam ketika didesak mengenai persoalan merger antara Bank Mandiri dengan Bank Negara Indonesia (BNI). Bank Mandiri menyerahkan sepenuhnya pada pemerintah dalam hal ini.

Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Bank Mandiri mengatakan pihaknya tak mau mendahului pemerintah dalam keputusan perlu tidaknya dilakukan merger antara dua bank BUMN tersebut.

"Biarlah ini menjadi urusan pemerintah. Itu bisa ditanyakan pada pemerintah," kata Budi saat konferensi pers kinerja keuangan Bank Mandiri akhir tahun 2014, Rabu (11/2).

Sebagaimana diketahui, wacana merger antara BNI dan Bank Mandiri kembali menghangat saat pemerintahan Jokowi–Jusuf Kalla.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil dalam beberapa kesempatan menegaskan pentingnya merger antara BNI dengan Bank Mandiri dalam menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Selama ini beberapa bank asal Indonesia memang cenderung kesulitan memasuki pasar negara tetangga karena keterbatasan permodalan. Oleh karenanya, bank BUMN perlu disatukan agar bisa bersaing dengan negara Asean lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×