kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.512   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ditanya merger dengan BNI, Bank Mandiri pilih diam


Rabu, 11 Februari 2015 / 18:17 WIB
ILUSTRASI. Manfaat buah raspberry untuk kesehatan.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank Mandiri memilih bungkam ketika didesak mengenai persoalan merger antara Bank Mandiri dengan Bank Negara Indonesia (BNI). Bank Mandiri menyerahkan sepenuhnya pada pemerintah dalam hal ini.

Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Bank Mandiri mengatakan pihaknya tak mau mendahului pemerintah dalam keputusan perlu tidaknya dilakukan merger antara dua bank BUMN tersebut.

"Biarlah ini menjadi urusan pemerintah. Itu bisa ditanyakan pada pemerintah," kata Budi saat konferensi pers kinerja keuangan Bank Mandiri akhir tahun 2014, Rabu (11/2).

Sebagaimana diketahui, wacana merger antara BNI dan Bank Mandiri kembali menghangat saat pemerintahan Jokowi–Jusuf Kalla.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil dalam beberapa kesempatan menegaskan pentingnya merger antara BNI dengan Bank Mandiri dalam menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Selama ini beberapa bank asal Indonesia memang cenderung kesulitan memasuki pasar negara tetangga karena keterbatasan permodalan. Oleh karenanya, bank BUMN perlu disatukan agar bisa bersaing dengan negara Asean lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×