Reporter: Ade Priyatin | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga semester I-2026, kinerja kontribusi industri asuransi syariah masih mengalami tekanan, tecermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat koreksi pada bisnis ini sebesar 15,07% pada Juni 2026.
Menurut Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Jasindo Syariah Wahyudin mengatakan, ada sejumlah tantangan yang masih membayangi industri asuransi jiwa di sepanjang paruh pertama 2026.
Di samping permasalahan daya beli masyarakat yang masih rendah dan dinamika ekonomi, ia menilai literasi dan inklusi asuransi syariah masih tergolong rendah.
Baca Juga: Bank Jakarta Perkuat Digitalisasi, Tak Ingin Dipilih Hanya karena Milik Pemprov DKI
Di sisi lain, persaingan di industri asuransi syariah juga semakin kompetitif serta perkembangan teknologi dan penguatan tata kelola juga menjadi sejumlah tantangan lain yang patut ditanggapi oleh industri.
“Meski demikian, kami memandang tantangan tersebut sebagai momentum untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya kepada Kontan, Senin (10/8/26).
Sejalan dengan itu, ia pun mengaku optimistis prospek asuransi syariah akan tumbuh hingga akhir tahun ini.
Hal ini didukung oleh berkembangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan keuangan yang diiringi juga dengan perkembangan ekosistem keuangan syariah di Indonesia.
Oleh karena itu, sejumlah strategi telah disiapkan Jasindo Syariah untuk merespons tantangan dan meningkatkan kinerja bisnis pada paruh kedua 2026.
Penguatan pertumbuhan bisnis dilakukan melalui inovasi pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, perluasan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, serta peningkatan kualitas layanan kepada peserta.
Selain itu, ia mengaku saat ini Jasindo Syariah juga tengah fokus pada transformasi digital untuk mempermudah akses terhadap produk-produk mereka. Salah satu implementasinya melalui PA Travel Madani yang merupakan layanan pembelian asuransi perjalanan secara digital.
Baca Juga: Ini 10 Unitlink Pendapatan Tetap yang Mencetak Return Tertinggi per Juli 2026
Di sisi lain, Jasindo Syariah juga berkomitmen untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan portofolio melalui diversifikasi produk, perluasan kerja sama dengan mitra strategis, hingga peningkatan kualitas layanan kepada peserta.
Ke depan, kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat semakin mendorong literasi dan inklusi asuransi syariah, sehingga membuka peluang pertumbuhan industri yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
