kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.658   1,00   0,01%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

DPK BRI Tumbuh 6,7% Jadi Rp1.580,7 Triliun Didominasi CASA


Selasa, 08 September 2026 / 18:43 WIB
Diperbarui Selasa, 08 September 2026 / 18:44 WIB
DPK BRI Tumbuh 6,7% Jadi Rp1.580,7 Triliun Didominasi CASA
ILUSTRASI. Pertumbuhan Laba Bersih Bank BRI (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.580,7 triliun hingga akhir kuartal II 2026. Jumlah tersebut tumbuh 6,7% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp1.482,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan DPK tersebut turut diikuti penguatan dana murah. Rasio current account savings account (CASA) BRI meningkat dari 65,5% menjadi 67,6% pada periode yang sama.

Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto mengatakan, perseroan terus memperkuat funding franchise, terutama melalui peningkatan dana murah atau CASA.

"Salah satu fokus utama transformasi BRI adalah memperkuat funding franchise, khususnya dana murah atau CASA. Strategi kami dilakukan dengan memperkuat transaksi dan menjadikan BRI semakin relevan dalam aktivitas keuangan sehari-hari nasabah," ujar Aquarius dalam siaran pers, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: BRI Siap Dukung Arahan Prabowo Perluas Kepemilikan Rekening Masyarakat

Menurut Aquarius, penguatan dana murah dilakukan dengan memperluas layanan untuk menjawab kebutuhan transaksi nasabah yang semakin beragam.

Hingga akhir kuartal II 2026, pengguna aktif BRImo mencapai 22,3 juta pengguna. Jumlah tersebut menghasilkan 3,3 miliar transaksi finansial dengan volume transaksi mencapai Rp4.166 triliun.

Aktivitas transaksi digital tersebut mulai memberikan kontribusi terhadap funding dan pendapatan BRI.

Sementara itu, melalui BRILink Agen, CASA tumbuh 28,6% menjadi Rp30,7 triliun. Pada saat yang sama, fee income dari layanan tersebut tumbuh 16,3% menjadi sekitar Rp915,7 miliar.

BRI juga memperluas layanan kepada masyarakat Indonesia di luar negeri. Salah satunya melalui peluncuran BRImo Taiwan pada 23 Agustus 2026.

Baca Juga: Laba BRI (BBRI) Tumbuh 8% Jadi Rp 30,87 Triliun pada Juli 2026

Sejak soft launching pada 22 Maret 2026, BRImo Taiwan telah mencatat lebih dari 1.460 pengguna. Layanan mobile banking tersebut tersedia 24 jam dengan sejumlah fitur, mulai dari pengiriman uang ke Indonesia, transfer lokal, pembayaran QR dan kode billing MPN, pengecekan mutasi rekening, hingga konversi valuta asing dari USD ke NTD.

Ke depan, Aquarius mengatakan BRI akan terus mengintegrasikan BRImo, merchant, QRIS, BRILink Agen, payroll, dan transaction banking.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi BRI sebagai primary transaction bank bagi seluruh segmen nasabah.

"Bagi kami digitalisasi bukan hanya mengenai jumlah user atau jumlah transaksi. Target akhirnya adalah mengubah transaksi menjadi relationship, relationship menjadi CASA, dan CASA menjadi sumber pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi BRI," kata Aquarius.

Menurutnya, semakin banyak aktivitas ekonomi nasabah yang masuk ke dalam ekosistem BRI, semakin besar pula peluang perseroan membangun dana murah secara organik.

"Inilah yang kami maksud dengan transformasi funding franchise, semakin banyak aktivitas ekonomi nasabah yang berada di dalam ekosistem BRI, semakin kuat pula kemampuan kami membangun dana murah secara organik," pungkas Aquarius.

Baca Juga: BRI Siapkan Strategi Jaga Likuiditas hingga Akhir 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×