Reporter: Ade Priyatin | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist menilai prospek pertumbuhan industri dana pensiun sukarela di Indonesia masih sangat besar. Peluang tersebut didorong oleh tingkat penetrasi dana pensiun yang masih rendah dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja nasional.
Presiden Director DPLK Avrist, Firmansyah, mengatakan perusahaan tidak hanya mengejar peningkatan jumlah peserta, tetapi juga berupaya membangun ekosistem dana pensiun yang lebih inklusif, mudah diakses, dan mampu mendorong masyarakat mempersiapkan masa pensiun sejak dini.
Di tengah tren penurunan jumlah peserta dana pensiun sukarela secara industri, DPLK Avrist justru masih mampu membukukan pertumbuhan positif.
"Kami terus memperluas basis peserta melalui penguatan segmen korporasi, peningkatan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, serta inovasi layanan digital untuk menjangkau peserta yang lebih luas," jelasnya kepada Kontan, Rabu (29/7/26).
Baca Juga: WOM Finance Salurkan Pembiayaan Produktif Rp1,3 Triliun pada Semester I-2026
Firmansyah menjelaskan, keberhasilan perusahaan tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan jumlah peserta. Menurutnya, indikator yang lebih penting adalah meningkatnya partisipasi aktif peserta, konsistensi pembayaran iuran, serta kualitas keterlibatan (engagement) peserta dalam mempersiapkan masa pensiun.
Lebih lanjut, ia menilai penyusutan jumlah peserta dana pensiun sukarela yang terjadi di tingkat industri justru membuka ruang pertumbuhan yang lebih besar dalam jangka panjang. Kondisi tersebut menunjukkan masih luasnya potensi pasar yang belum tergarap.
Meski demikian, industri dana pensiun masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam meningkatkan literasi keuangan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan dana pensiun sejak usia produktif.
Untuk menjawab tantangan tersebut, DPLK Avrist telah menyiapkan berbagai strategi. Salah satunya adalah memperluas kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang berasal dari sektor dengan prospek pertumbuhan positif. Selain itu, perusahaan juga memperkuat kolaborasi dengan divisi sumber daya manusia (HR), asosiasi profesi, serta berbagai mitra strategis lainnya.
Baca Juga: Himbara Resmi Lepas Lini Bisnis MI ke Danantara, Seperti Apa Dampaknya?
Di sisi layanan, DPLK Avrist terus mengembangkan platform digital SiPURNA by DPLK Avrist. Layanan ini dirancang untuk mempermudah proses pendaftaran peserta, memantau saldo dana pensiun, sekaligus meningkatkan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keuangan untuk masa pensiun.
Tak hanya berfokus pada ekspansi bisnis, perusahaan juga memperkuat pengelolaan likuiditas agar mampu memenuhi kewajiban pembayaran manfaat kepada peserta secara optimal.
Strategi tersebut dilakukan melalui proyeksi pembayaran manfaat, pengelolaan portofolio investasi, serta penempatan dana pada instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan likuiditas masing-masing fund.
"Dengan tata kelola tersebut, kami tetap optimistis mampu memenuhi kewajiban pembayaran manfaat secara tepat waktu dan berkelanjutan," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














