CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

KB Bank Pertahankan SRBI sebagai Penyangga Likuiditas


Minggu, 13 September 2026 / 19:28 WIB
KB Bank Pertahankan SRBI sebagai Penyangga Likuiditas
ILUSTRASI. PT Bank KB Indonesia Tbk atau KB Bank menyatakan kepemilikan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tetap terjaga secara stabil. (KB BANK/LEO LINTANG)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk atau KB Bank menyatakan kepemilikan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tetap terjaga secara stabil.

Penurunan kepemilikan SRBI secara industri dinilai lebih mencerminkan penyesuaian portofolio investasi, bukan pelepasan likuiditas perbankan.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, penurunan kepemilikan SRBI secara industri lebih banyak dipengaruhi oleh langkah Bank Indonesia yang sejak Agustus mengurangi penyerapan melalui lelang SRBI.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia menjaga kecukupan likuiditas sistem dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Risiko Perbankan pada Triwulan III-2026 Dipersepsikan Terkendali, Ini Alasannya

“Secara industri, penurunan kepemilikan SRBI lebih banyak dipengaruhi oleh langkah Bank Indonesia yang sejak Agustus mengurangi penyerapan melalui lelang SRBI sebagai bagian dari upaya menjaga kecukupan likuiditas sistem dan stabilitas nilai tukar rupiah,” ujar Kunardy kepada kontan.co.id.

Selain itu, penurunan kepemilikan SRBI juga terjadi seiring dengan meningkatnya penyaluran kredit. Sejumlah bank mulai mengoptimalkan penempatan dana ke berbagai sektor pembiayaan, termasuk segmen korporasi dan konsumsi, sejalan dengan meningkatnya permintaan kredit pada paruh kedua tahun ini.

Menurut Kunardy, posisi kepemilikan SRBI ke depan akan terus disesuaikan dengan arah kebijakan Bank Indonesia dan perkembangan kondisi pasar.

Di tengah dinamika suku bunga dan volatilitas pasar global, KB Bank akan mengoptimalkan portofolio instrumen likuid dengan mempertimbangkan tingkat imbal hasil dan risiko.

KB Bank juga menerapkan strategi penempatan pada tenor yang lebih pendek atau shortening duration. Strategi tersebut memberikan fleksibilitas bagi bank dalam mengelola likuiditas sekaligus mengurangi eksposur terhadap risiko jangka panjang.

Baca Juga: Bank Central Asia (BCA) Tempatkan Dana di Surat Berharga untuk Kelola Likuiditas

“Hingga akhir tahun, kepemilikan SRBI diperkirakan tetap berada pada level yang moderat sebagai bagian dari buffer likuiditas,” kata Kunardy.

Meski demikian, KB Bank tetap membuka ruang untuk mendorong ekspansi kredit produktif sesuai dengan kondisi pasar dan kebutuhan nasabah.

Adapun per Juli 2026, nilai surat berharga yang dimiliki KB Bank mencapai Rp 47,94 triliun. Nilai tersebut meningkat 37,4% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 34,90 triliun.

Sementara itu, penyaluran kredit KB Bank hingga Juli 2026 mencapai Rp46,69 triliun, naik 5,71% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 44,17 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×