Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan industri bank digital agar tak sekadar memanfaatkan tren digitalisasi sebagai gimmick.
Bank digital didorong untuk menawarkan inovasi yang benar-benar memberikan nilai tambah dan menjangkau segmen masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, bank digital perlu memanfaatkan momentum era digital untuk menciptakan pembeda dibandingkan perbankan konvensional.
Baca Juga: Sejumlah Bank Masih Catat Rasio Kredit Bermasalah Tinggi
“Saya berharap bahwa bisnis bank digital ini bukan hanya sekadar gimmick belaka, tetapi memang betul-betul memanfaatkan momentum era digital,” ujar Dian, dikutip Minggu (13/9/2026).
Dian bilang bank digital tak bisa cuma mengandalkan persaingan pada produk dan layanan perbankan yang sudah tersedia.
Bank digital perlu mengembangkan skema produk baru yang mampu menjangkau segmen nasabah yang belum mendapatkan layanan secara optimal.
Dengan begitu, kehadiran bank digital tak sekadar memindahkan layanan perbankan yang sudah ada ke kanal digital, tetapi juga memperluas pasar dan memperkaya layanan keuangan di Indonesia.
“Keuangan digital harus memiliki pembeda yang dapat memberikan competitive advantage dibandingkan dengan bank pada umumnya,” katanya.
Baca Juga: Bank Jakarta Gandeng Persija, Bidik Ekosistem Digital hingga The Jakmania
Secara umum, kata Dian, arah pengembangan bank digital ke depan perlu bertumpu pada tiga kata kunci, yakni sustainable, inclusive, dan trusted.
Dari sisi sustainable, inovasi digital di sektor perbankan perlu terus didukung karena teknologi informasi bakal semakin memengaruhi pola interaksi masyarakat dan dunia bisnis.
Perbankan harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut agar tetap relevan dalam memberikan solusi keuangan.
Sementara itu, aspek inclusive menuntut bank digital untuk memperluas akses layanan melalui inovasi produk yang mampu menjangkau kelompok masyarakat yang belum terlayani secara optimal.
Adapun aspek trusted menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ancaman siber dan perkembangan teknologi baru.
Menurut Dian, ketergantungan bank digital terhadap platform teknologi membuat keamanan dan ketahanan digital menjadi bagian penting dalam mempertahankan kepercayaan nasabah.
Baca Juga: BPKH Gandeng Bank Muamalat Perluas Ekosistem Haji Nasional
“Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat merupakan hal yang utama bagi perkembangan organik bank digital,” ujar Dian.
Karena itu, bank digital diharapkan terus meningkatkan digital resiliency untuk menghadapi berbagai risiko teknologi sekaligus menjaga kepercayaan nasabah dan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














