kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45854,83   -7,61   -0.88%
  • EMAS917.000 -0,11%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

DPLK Jiwasraya tak agresif kumpulkan dana kelolaan tahun ini


Rabu, 08 Juli 2020 / 20:24 WIB
DPLK Jiwasraya tak agresif kumpulkan dana kelolaan tahun ini
ILUSTRASI. DPLK Jiwasraya tak agresif kumpulkan dana kelolaan tahun ini./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/15/01/2019.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Jiwasraya tidak akan terlalu agresif kumpulkan dana kelolaan tahun ini. Sebab, fokus perusahaan adalah menjaga peserta DPLK yang sudah ada.

"Kami memang tidak terlalu agresif untuk maintance existing customer," kata Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko di gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/7).

Terlebih, Asuransi Jiwasraya juga fokus pada proses restrukturisasi polis yang diperkirakan rampung 2021. Nantinya polis Jiwasraya dipindah ke Nusantara Life, perusahaan di bawah Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

Hexana mengklaim, kinerja DPLK masih aman dan tidak terpengaruh terhadap masalah keuangan Jiwasraya. Sebab, DPLK punya badan hukum sendiri. "DPLK aman dana dana kelolaan masih jalan," ungkapnya.

Baca Juga: Penyehatan Jiwasraya, Kementerian BUMN tunggu suntikan PMN bagi Nusantara Life

Mengutip Jiwasraya Magazine (17/2), dana kelolaan DPLK Jiwasraya sepanjang 2019 mencapai Rp 2,65 triliun dari 85.486 peserta. Jumlah tersebut meningkat 4,78% dari realisasi tahun sebelumnya.

Dengan realisasi tersebut, DPLK Jiwasraya berharap dana kelolaan serta return on investment (ROI) bisa meningkat tahun ini.

“Dalam rencana bisnis tahun 2020, DPLK Jiwasraya menargetkan tingkat pertumbuhan aset sebesar 12% dari aset dana kelolaan 2019 serta ROI tumbuh 6,5% secara year on year (yoy),” kata Direktur Eksekutif DPLK Jiwasraya Jasnovari.

Dengan peningkatan aset kelolaan tersebut tentunya akan meningkatkan kontribusi DPLK Jiwasraya kepada pendiri yakni Asuransi Jiwasraya. Menurut Jasnovaria, kontribusi fee DPLK Jiwasraya pada 2019 kepada pendiri adalah 105,33% dari target yang telah ditetapkan.

Untuk memenuhi target tahun ini, DPLK Jiwasraya telah menyiapkan sejumlah strategi mulai dari memperluas pasar baru lewat program pensiun iuran pasti (PPIP). Selanjutnya meningkatkan jumlah peserta individu baru serta kontribusi iuran dari peserta individu.

“Kami juga akan meningkatkan edukasi terkait produk DPLK Jiwasraya ke masyarakat luas melalui media sosial, iklan dan lainnya. Serta memaksimalkan pelayanan aplikasi DPLK berbasis web dan membangun aplikasi mobile untuk memudahkan peserta mengetahui informasi kepesertaan,” jelasnya.

Baca Juga: Bisnis Jiwasraya diklaim tetap jalan, meski likuiditas tertekan

Perusahaan ini juga akan mempertahankan portofolio peserta eksisting dan menggali potensi penambahan iuran dari peserta individu atau grup. Kemudian memberikan ekstra benefit bagi calon peserta dari grup yang potensial berupa asuransi kematian atau kecelakaan.

DPLK Jiwasraya juga akan melakukan penempatan instrumen investasi sesuai pilihan peserta dan sesuai dengan pedoman investasi yang telah ditetapkan pendiri. Selain itu juga melaksanakan tata kelola yang baik yang mengedepankan manajemen risiko.

“Untuk mendapatkan peserta baru, DPLK Jiwasraya berusaha melakukannya dengan strategi business to business dengan pola sinergi BUMN karena kekuatan perusahaan sebagai BUMN masih menjadi hal yang dapat dibanggakan,” tutupnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×