Reporter: Andri Indradie, Roy Franedya | Editor: Test Test
JAKARTA. Musim semi akuisisi bank-bank kecil telah tiba. Sejumlah investor asing mengincar kepemilikan saham di bank-bank kecil, khususnya bank swasta devisa.
Sebut saja PT Bank Antardaerah dan PT Bank Maspion. Sedangkan bank swasta nondevisa yang jadi incaran asing adalah Bank Mestika Dharma. Menurut sumber KONTAN, bank-bank devisa sangat menarik bagi investor asing. Pasalnya, mereka sudah memiliki izin bisnis ekspor-impor.
"Sudah berapa investor asing yang masuk ke bank-bank devisa Indonesia? Tinggal dua bank devisa yang tersisa," kata sumber KONTAN, Kamis (15/7).
Kabarnya, bank terbesar kedua di Korea Selatan, yaitu Shinhan Bank tengah mengincar Bank Antardaerah. Sumber tersebut mengatakan, manajemen Bank Antardaerah akan memperkenalkan Shinhan Bank kepada Bank Indonesia (BI) pada 19 Juli mendatang.
Chief Executive Officer (CEO) Shinhan Bank Lee Baek-soon mengatakan, bank tersebut ingin menjadi pemain di pasar global. Korea Times mengutip, salah satu cara Shinhan Bank untuk mewujudkan visinya itu adalah dengan ekspansi ke luar negeri. Meski begitu, Shinhan tidak menyebut bank mana yang tengah diincarnya.
"Saya belum bisa mengomentari hal ini," kata Direktur Utama Bank Antardaerah Bujung R. Hanani, Kamis (15/7). Direktur Perizinan dan Informasi Perbankan BI Joni Swastanto juga mengaku belum menerima surat atau permohonan resmi dari Shinhan untuk mengakuisisi Bank Antardaerah.
Royal Bank of Canada (RBC) juga dikabarkan ingin membeli 30% saham Bank Maspion senilai US$ 80 juta. Namun, Direktur Utama Bank Maspion Herman Halim menampik kabar tersebut. "Itu tidak benar. Kami malah ingin IPO (initial public offering) tahun ini," katanya. Sumber KONTAN menambahkan, ada kemungkinan RBC akan masuk ke bank milik Keluarga Alim tersebut lewat IPO.
Dari ketiga rencana akuisisi itu, yang paling matang adalah rencana RHB Capital mengakuisisi Bank Mestika Dharma. Joni mengatakan, BI meminta RHB Capital melengkapi dokumen. Pasalnya, BI menilai RHB Capital belum memiliki pengalaman yang memadai di bidang perbankan. "Setelah kami mengecek kelengkapan dokumen, akan dilakukan fit and proper test terhadap pemegang saham utama dan pengendali," ujarnya. Jika semua beres, akhir tahun ini akuisisi Bank Mestika bisa tuntas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













