kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.698   112,00   0,64%
  • IDX 6.445   -278,49   -4,14%
  • KOMPAS100 855   -38,45   -4,30%
  • LQ45 636   -21,55   -3,28%
  • ISSI 233   -10,08   -4,15%
  • IDX30 361   -10,30   -2,78%
  • IDXHIDIV20 446   -9,47   -2,08%
  • IDX80 98   -3,93   -3,86%
  • IDXV30 127   -3,02   -2,33%
  • IDXQ30 116   -2,78   -2,33%

Prabowo Minta Bunga PNM Mekaar di Bawah 9%, Begini Dampaknya ke BBRI


Senin, 18 Mei 2026 / 09:27 WIB
Prabowo Minta Bunga PNM Mekaar di Bawah 9%, Begini Dampaknya ke BBRI
ILUSTRASI. Suasana kantor cabang PNM Cabang Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar diturunkan hingga di bawah 9%.

Hal ini ditujukan untuk memperbaiki ketimpangan akses pembiayaan yang membebani pelaku usaha mikro. PNM sendiri merupakan anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kepemilikan 99,99%. 

Edi Chandren, Investment Analyst Lead Stockbit Sekuritas mengatakan bahwa pada tahun 2025, PNM mencatat pinjaman dan pembiayaan program Mekaar sebesar Rp 45,4 triliun, setara sekitar 3% pinjaman dan pembiayaan BBRI, dengan pendapatan bunga dan margin sebesar Rp 14,7 triliun atau setara sekitar 7% pendapatan bunga dan pembiayaan BBRI.

Laba bersih PNM selama 2025 mencapai Rp 1,1 triliun atau setara sekitar 2% laba bersih BBRI. 

Baca Juga: PNM Perkuat Pembiayaan Ultra Mikro, Perempuan Pelaku UMKM Jadi Motor Pertumbuhan

Berdasarkan perhitungan Stockbit Sekuritas, lending yield program Mekaar dari PNM pada 2025 adalah sekitar 33%, lebih tinggi dari suku bunga yang disebut Presiden Prabowo. 

“Menggunakan angka 2025 sebagai basis perhitungan, penurunan yield menjadi 9%, dengan asumsi ceteris paribus, berpotensi memangkas total pendapatan bunga dan margin PNM menjadi Rp 5,2 triliun. Hal ini akan menyebabkan PNM membukukan rugi usaha sebesar sekitar Rp 9,5 triliun (setara 17% laba bersih BBRI), mengingat beban usaha PNM sendiri, termasuk beban provisi, mencapai Rp 13 triliun pada 2025,” ujar Edi dalam risetnya Senin (18/5/2026).  

Jika rencana penurunan suku bunga ini terealisasi dan berdasarkan estimasi Stockbit Sekuritas PNM beroperasi secara loss, making, Edi menilai wacana pengambilalihan PNM oleh Kementrian Keuangan dari BBRI sebagai opsi yang lebih baik dalam jangka panjang bagi investor BBRI dibandingkan PNM tetap berada di bawah BBRI. 

Baca Juga: Strategi PNM Perluas Akses Pembiayaan untuk Dorong Pertumbuhan Usaha Mikro

“Perhitungan dalam estimasi kami mengasumsikan skala pembiayaan yang sama dan beban–beban PNM tidak berubah (ceteris paribus), meski pendapatan bunga dan marginnya turun signifikan dari yield yang lebih rendah. Magnitude potensi penurunan kinerja pada bottom–line PNM akan bergantung kepada kedua asumsi tersebut,” jelas Edi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×