kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Dua strategi Bank Permata turunkan kredit macet


Jumat, 02 Juni 2017 / 11:37 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Bank Permata Tbk mengaku sudah mempunyai dua strategi untuk menurunkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada 2017. Dua hal ini yaitu dengan melakukan restrukturisasi dan penjualan aset bermasalah.

Sampai kuartal I-2017 sebagai gambaran NPL bank berkode BNLI ini sebesar 6,4%, melewati batas aman NPL regulator 5%, dengan rasio provisi sebesar 135%. “Saat ini penyelesaikan kredit bermasalah sudah 70% sampai 75% selesai,” ujar Bianto Surodjo, Direktur Perbankan Retail Bank Permata, Rabu (31/5).

Sebagai gambaran saja, NPL bank Permata ini berdasarkan data disumbang oleh tiga faktor, yaitu industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta sektor pertambangan.

Untuk strategi restrukturisasi, Bank Permata akan melakukan pada debitur yang masih mempunya prospek. Sedangkan opsi terakhir jika tidak bisa diresukturisasi adalah dengan penjualan aset.

Terkait penjualan aset, pada Maret 2017 lalu Permata telah menjual Rp 1,12 triliun kepada anak usaha SRIL. Selain itu, untuk menurunkan NPL pada 2017 ini bank akan berusaha meningkatkan penyaluran kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×