kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45737,15   -5,22   -0.70%
  • EMAS1.016.000 0,20%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.43%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Dugaan kebocoran data nasabah, AFPI: KreditPlus bukan perusahaan fintech P2P lending


Selasa, 04 Agustus 2020 / 13:25 WIB
Dugaan kebocoran data nasabah, AFPI: KreditPlus bukan perusahaan fintech P2P lending
ILUSTRASI. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Baru-baru ini beredar kabar bahwa KreditPlus mengalami kebocoran data nasabah. Melihat kasus ini, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menegaskan KreditPlus bukan merupakan anggota asosiasi. Artinya perusahaan tidak menjalankan bisnis fintech peer to peer lending sesuai aturan yang berlaku.

"Perlu kami luruskan, Kreditplus bukan perusahaan fintech P2P lending, dan bukan anggota AFPI. Sehingga apapun kondisi yang diberitakan tentang Kreditplus, tidak ada kaitannya dengan industri Fintech P2P Lending," kata Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI, Tumbur Pardede dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8).

Baca Juga: Antisipasi risiko, 90% fintech legal laporkan data ke fintech data center AFPI

Sebenarnya, KreditPlus merupakan brand yang dibentuk oleh PT Finansia Multi Finance. Perusahaan ini yang bergerak di dalam bidang pembiayaan sejak tahun 1994. Perusahaan memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan (sekarang Otoritas Jasa Keuangan) berdasarkan surat No.460/KMK.017/1994 tanggal 14 September 1994.

Kontan.co.id telah berusaha meminta konfirmasi via pesan singkat kepada Direktur Keuangan KreditPlus Peter Halim pada Selasa (4/8). Namun hingga berita ini diturunkan, Peter belum merespons pertanyaan Kontan.co.id.

Merujuk pemberitaan Kontan.co.id, isu kebocoran data nasabah KreditPlus bermula pada Pada Rabu (3/8) dimana Teguh Aprianto, Founder Ethical Hacker Indonesia, melalui akun Twitter @secgron mengunggah cuitan soal bocornya data KreditPlus. Teguh juga pernah membeberkan kebocoran data personel Polri melalui akun twitternya.

Kontan.co.id menelusuri RaidForums, situs yang merupakan wadah diskusi bagi orang yang gemar aktivitas pembobolan di dunia maya atau raid. Situs ini juga bisa menjadi tempat berbagi dokumen dan database.

Akun ShinyHunters pada 16 Juli 2020 memposting soal data KreditPlus jumlahnya 896.169. Data tersebut berisi nama, tanggal lahir, KTP, email, pasword, alamat, nomor HP, data pekerjaan dan data saudara yang tidak tinggal serumah sebagai penjamin. Di sample terlihat lengkap dan jelas nama dan data yang bocor.

Sebelumnya  masih di RaidForums, akun Megadimarus mengunggah basis data pelanggan KreditPlus pada 27 Juni 2020. Basis data ini dijual dengan harga US$ 1.500 atau setara Rp 22,05  juta.

Pakar keamanan siber Pratama Persadha menyatakan, terkait maraknya kebocoran data ada beberapa tips yang bisa dilakukan. 

Baca Juga: Jangan tergiur pinjaman online dengan syarat mudah, ini bahayanya!

"Menjaga pengamanan di diri kita sendiri. Misalnya bikin password yang aman, jangan pakai wifi gratisan, gunakan two factor authentication dan lain-lain. Tapi ketika yang di hack pemilik layanan, ya percuma semuanya,” kata Pratama yang juga Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC).

Kabar terbaru ini menambah panjang daftar korban bocornya data. Sebelumnya data pengguna perusahaan e-commerce juga bocor. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×