kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

E-money belum menekan jumlah uang kartal


Jumat, 07 Juni 2013 / 15:53 WIB
ILUSTRASI. Seorang pengunjung memilih minyak goreng yang dijual di supermarket di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (23/12/2021). . ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/hp.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) sedang berusaha mendorong penggunaan uang elektronik atau e-money. Namun, ini ternyata belum berdampak banyak terhadap penurunan jumlah uang kartal.

"Belum. Jumlah uang kartal beredar masih naik," ucap Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Lambok Antonius Siahaan, Jumat, (7/6).

Ia menyebut, dalam 5 tahun terakhir 2008-2012, jumlah uang kartal masih naik rata-rata 14,92% per tahunnya. Hanya saja, Lambok menilai bahwa peningkatan ini tidak terlalu tajam.

Terlebih, masyarakat Indonesia masih memiliki budaya yang kuat terhadap kebiasaan memegang uang tunai. BI melihat bahwa masih ada orang yang beranggapan tak punya uang bila tak memegang tunai.

Namun, Lambok pun tak menutup mata bahwa setiap orang pasti tetap membutuhkan uang tunai.

Namun, ke depannya pihak BI akan terus mendorong penggunaan e-money untuk dapat menurunkan jumlah uang kartal. "Kami cermati lagi," sebut Lambok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×