kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.869   23,00   0,14%
  • IDX 8.963   26,62   0,30%
  • KOMPAS100 1.236   6,73   0,55%
  • LQ45 871   3,33   0,38%
  • ISSI 326   2,30   0,71%
  • IDX30 442   2,44   0,56%
  • IDXHIDIV20 522   4,49   0,87%
  • IDX80 137   0,75   0,55%
  • IDXV30 145   1,43   0,99%
  • IDXQ30 142   1,13   0,81%

Expo perbankan hadirkan jasa keuangan usaha lokal


Rabu, 27 Agustus 2014 / 11:29 WIB
Expo perbankan hadirkan jasa keuangan usaha lokal
ILUSTRASI. Cara Membuat Google Form di Laptop dan HP dengan Mudah


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) akhirnya akan menyelenggarakan Indonesia Banking Expo 2014 pada esok Kamis (28/8). Tema yang dipilih adalah mendorong peran aktif perbankan dalam mendorong perkembangan industri substitusi impor.

Menurut Sigit Pramono, Ketua Umum Perbanas, penyelenggaraan Banking Expo 2014 berlangsung  di Jakarta Convention Center (JCC) hingga Sabtu besok (30/8). Dalam ajang ini, sebagian besar dari 119 bank umum di Indonesia akan memamerkan produk layanan jasa perbankan yang dimiliki untuk mendorong perkembangan industri substitusi impor.

"Tema yang dipilih karena kami sebagai pelaku industri perbankan ingin mengurangi beban pembayaran dengan devisa kita yang selama ini sangat besar karena impor kita tinggi," kata Sigit dalam konferensi pers IBEX 2014 di Jakarta, Rabu, (27/8).

Industri substitusi impor adalah industri yang fokus dalam memproduksi produk-produk yang selama ini kerap didatangkan melalui impor. Melalui penguatan industri substitusi impor, ketergantungan Indonesia terhadap produk impor bisa berkurang secara perlahan. "Contohnya adalah industri ekonomi kreatif, industri elektronik, dan industri tekstil," ujar Sigit.

Diakui selama ini pembiayaan industri perbankan terhadap industri substitusi impor masih minim. Sebab industri ini masih memiliki 3 kelemahan, seperti pembayaran kredit belum lancar, kesehatan keuangan yang belum bagus, serta prospek bisnis produk substitusi impor yang belum menjanjikan. "Disinilah peran pemerintah memberikan insentif agar peran pembiayaan perbankan di industri substitusi impor semakin besar," pungkas Sigit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×