kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

FIF Bukukan Laba Bersih Rp 3,17 Triliun di 2022


Rabu, 01 Maret 2023 / 13:46 WIB
ILUSTRASI. Federal International Finance (FIF) membukukan kenaikan laba 28,59% sepanjang tahun 2022.


Sumber: Smith Pest Management | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Federal International Finance (FIF) membukukan pertumbuhan kinerja positif sepanjang tahun 2022. Perusahaan multifinance ini mencatat kenaikan laba bersih sebesar 28,59% menjadi Rp 3,17 triliun pada tahun lalu dibanding 2021 senilai Rp 2,47 triliun.

Secara rinci, FIF mencatat pertumbuhan nilai penyaluran pembiayaan sebesar 10,23% pada tahun 2022 menjadi Rp35,08 triliun. Nilai itu meningkat dibanding 2021 yang sebesar Rp 31,83 triliun.

Pertumbuhan perusahaan juga dapat dilihat dari sisi jumlah pemesanan (booking unit) pada tahun 2022 yang mencapai 2,74 juta unit atau naik 4,67% dibanding tahun 2021 yang mencapai 2,62 juta unit.

Selain itu, tercatat tingkat non performing financing (NPF) di FIF sebesar 0,9% dan tidak jauh berbeda dari 2022. Perusahaan dikategorikan sehat apabila memiliki NPF di bawah 1%.

Baca Juga: Naik 22%, Astra Financial Mencatat Laba Rp 6 Triliun Sepanjang 2022

Atas pencapaian positif tersebut, FIF berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sebesar Rp 36,07 triliun pada tahun 2022, tumbuh 2,04% dibanding tahun 2021 sebesar Rp 35,35 triliun.

Presiden Direktur FIF Margono Tanuwijaya mengatakan perolehan pada tahun 2022 mencerminkan kebangkitan ekonomi nasional dan pertumbuhan kinerja perusahaan dalam bisnis pembiayaan di tengah krisis.

“Meskipun tahun 2022 perusahaan seperti FIF yang memiliki bisnis utama pembiayaan sepeda motor Honda sempat terdampak akibat krisis chip semikonduktor, tidak menghalangi untuk catat kinerja positif,” ujar Margono dalam siaran pers, Rabu (1/3).

Namun demikian, Margono bilang tahun 2023 ini menjadi tantangan bagi perusahaan dalam mendorong kinerja yang lebih baik dibanding tahun 2022 di tengah proyeksi ketidakpastian ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×