kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Sebanyak 40% Mitra Masih Transaksi Tunai, Amartha Dorong Cashless lewat E-Wallet


Selasa, 26 Agustus 2025 / 18:22 WIB
Sebanyak 40% Mitra Masih Transaksi Tunai, Amartha Dorong Cashless lewat E-Wallet
ILUSTRASI. CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra.


Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Amartha Mikro Fintek yang kini bertransformasi menjadi Amartha Financial Group resmi masuk ke bisnis dompet digital di tengah persaingan industri dompet digital nasional. 

CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra menyebut berbeda dengan mayoritas pemain yang fokus pada segmen urban, Amartha memilih strategi untuk menyasar ekonomi pedesaan dan sektor informal.

“Dompet digital untuk melayani ekonomi informal dan ekonomi akar rumput itu belum banyak. Apalagi membantu mengonversi transaksi tunai di daerah-daerah,” terangnya dalam Peluncuran Amartha Financial Group, Selasa (26/8/2025).

Baca Juga: Amartha Bentuk Dompet Digital, Resmi Menjadi Amartha Financial Group

Taufan mengungkapkan, 40% mitra Amartha masih menggunakan transaksi tunai, terutama di wilayah Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. Sementara di Jawa, adopsi digital sudah lebih tinggi. Perusahaan berupaya bertahap mengurangi transakti tunai dengan opsi cashless melalui dompet digital.

“Semakin banyak mitra bertransaksi digital, semakin beragam pula modal usaha yang dapat diberikan. Dengan adanya catatan transaksi elektronik, perusahaan bisa menilai profil risiko lebih akurat, sehingga mempermudah akses modal yang lebih besar,” tambahnya.

Baca Juga: Simak Strategi Amartha untuk Menjaga Kualitas Portofolio Pembiayaan

Lebih lanjut, Ia menyebut Amartha tetap menjaga kualitas portofolio pinjaman di tengah ekspansi bisnis. Per Juli 2025, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) Amartha berada di kisaran 3%.

“Terkait target, pasti kita menargetkan bisnis tumbuh secara sehat dan profitable. Ini kan butuh waktu ke sana karena produk payment ini juga baru kita rilis di tahun ini,” tegas Taufan.

Baca Juga: Amartha dan Bank Saqu Jalin Kolaborasi Strategis Perluas Akses Pembiayaan Produktif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×