kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Sebanyak 40% Mitra Masih Transaksi Tunai, Amartha Dorong Cashless lewat E-Wallet


Selasa, 26 Agustus 2025 / 18:22 WIB
Sebanyak 40% Mitra Masih Transaksi Tunai, Amartha Dorong Cashless lewat E-Wallet
ILUSTRASI. CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra.


Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Amartha Mikro Fintek yang kini bertransformasi menjadi Amartha Financial Group resmi masuk ke bisnis dompet digital di tengah persaingan industri dompet digital nasional. 

CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra menyebut berbeda dengan mayoritas pemain yang fokus pada segmen urban, Amartha memilih strategi untuk menyasar ekonomi pedesaan dan sektor informal.

“Dompet digital untuk melayani ekonomi informal dan ekonomi akar rumput itu belum banyak. Apalagi membantu mengonversi transaksi tunai di daerah-daerah,” terangnya dalam Peluncuran Amartha Financial Group, Selasa (26/8/2025).

Baca Juga: Amartha Bentuk Dompet Digital, Resmi Menjadi Amartha Financial Group

Taufan mengungkapkan, 40% mitra Amartha masih menggunakan transaksi tunai, terutama di wilayah Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. Sementara di Jawa, adopsi digital sudah lebih tinggi. Perusahaan berupaya bertahap mengurangi transakti tunai dengan opsi cashless melalui dompet digital.

“Semakin banyak mitra bertransaksi digital, semakin beragam pula modal usaha yang dapat diberikan. Dengan adanya catatan transaksi elektronik, perusahaan bisa menilai profil risiko lebih akurat, sehingga mempermudah akses modal yang lebih besar,” tambahnya.

Baca Juga: Simak Strategi Amartha untuk Menjaga Kualitas Portofolio Pembiayaan

Lebih lanjut, Ia menyebut Amartha tetap menjaga kualitas portofolio pinjaman di tengah ekspansi bisnis. Per Juli 2025, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) Amartha berada di kisaran 3%.

“Terkait target, pasti kita menargetkan bisnis tumbuh secara sehat dan profitable. Ini kan butuh waktu ke sana karena produk payment ini juga baru kita rilis di tahun ini,” tegas Taufan.

Baca Juga: Amartha dan Bank Saqu Jalin Kolaborasi Strategis Perluas Akses Pembiayaan Produktif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×