kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Fokus di segmennya, Bank Sahabat Sampoerna cetak kinerja positif di semester I-2018


Rabu, 25 Juli 2018 / 13:20 WIB
ILUSTRASI. Bank Sampoerna


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sampai dengan paruh pertama 2018, kinerja bank kecil secara industri cenderung lebih lambat dibandingkan rata-rata industri.

Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukan per Mei 2018 pertumbuhan kredit bank umum kelompok usaha (BUKU) I dan II masing-masing baru tumbuh 8,36% dan 2,8% secara tahunan atau year on year (yoy).

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata kredit industri perbankan yang meningkat 10,54% secara yoy per Mei 2018.

Kendati demikian, beberapa bank kecil yang dihubungi Kontan.co.id menilai bank kecil masih memiliki ruang untuk menumbuhkan kredit. Salah satunya dengan fokus di spesialisasi segmen masing-masing bank.

PT Bank Sahabat Sampoerna (BSS) misalnya yang menyebut sampai semester I-2018 mampu membukukan rata-rata pertumbuhan di atas 10%. "Kalau di BSS masih lumayan bagus. Kami masih bisa menjaga pertumbuhan kredit 10% ke atas. Begitu juga untuk aset dan DPK (dana pihak ketiga)," ujar Direktur Keuangan BSS Henky Suryaputra kepada Kontan.co.id, Rabu (25/7).

Memang, bila merujuk pada laporan keuangan bulan Juni 2018 bank ini berhasil mencatat realisasi kredit Rp 6,84 triliun. Jumlah ini meningkat 12,39% bila dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 6,09 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, aset BSS juga meningkat dua digit atau 12,89% yoy per Juni 2018 menjadi Rp 9,32 triliun. Sementara itu, DPK Bank Sahabat Sampoerna juga tercatat tumbuh 13,1% yoy menjadi Rp 7,73 triliun. Alhasil, berkat kinerja tersebut per Juni 2018 laba bersih BSS tercatat tumbuh 23,82% menjadi Rp 29,65 miliar.

Melihat kinerja yang tumbuh di atas rata-rata industri, Henky mengatakan pihaknya tak berencana untuk meralat target pertumbuhan tahun ini. 

Sampai dengan akhir tahun, pihaknya yakin rata-rata pertumbuhan kinerja keuangan BSS dapat mencapai 12% sampai 15%. "Kami tetap fokus di UMKM sesuai dengan visi misi kita dari dulu," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×