kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Fokus menekan NPL, Bank Jatim tidak agresif dalam melakukan ekspansi


Jumat, 25 Januari 2019 / 14:48 WIB


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim memiliki rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) di 2018 sebesar 24,21%. Posisi CAR ini turun tipis dibandingkan penghujung 2017 yang sebesar 24,65%. Hal ini menunjukan bahwa kecukupan modal Bank Jatim masih memungkinkan untuk melakukan berbagai aksi korporasi.

Kendati demikian, Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Satyagraha menyatakan managemen sengaja tidak melakukan aksi korporasi yang agresif. Lantaran bank dengan sandi saham BJTM ini memiliki konsentrasi untuk menekan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL).

"Kita harus memilih pertumbuhan atau kualitas kredit. Makanya tahun lalu kita bertahap memperbaiki kualitas. Nah, pada 2019 ini kita seimbangi antara kualitas dan pertumbuhan. Sebelumnya NPL sudah mendekati 5%," ujar Ferdian, Jumat, (25/1) di Jakarta.

Bank Jatim memang mampu menekan kredit bermasalah hingga penghujung 2018. Tercatat rasio kredit bermasalah kotor atau non performing loan (NPL) gross di posisi 3,75% di akhir 2018. Sedangkan untuk NPL net berada di level 0,61%. Ferdian mengaku di akhir tahun 2018 lalu, Bank Jatim sudah melakukan hapus buku sebesar Rp 128 miliar. Hapus buku ini sudah direncanakan sejak 2015 namun baru terealisasi karena harus melewati proses yang panjang.

Pada tahun ini, BJTM menargetkan dapat menekan NPL lebih dalam lagi hingga ke level 3%. Guna mencapai target tersebut, BJTM akan menyalurkan pertumbuhan kredit sebesar 9,5% year on year (yoy) dengan membidik sektor yang relatif aman. Ferdian mencontohkan kredit yang aman adalah sektor korporasi terutama infrastruktur dan konsumer terutama berbasis payroll.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×