kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Fokus Pupuk Modal, Bank Jago Belum Berencana Bagi Dividen


Kamis, 29 Agustus 2024 / 19:30 WIB
Fokus Pupuk Modal, Bank Jago Belum Berencana Bagi Dividen
ILUSTRASI. Nasabah melakuakan transaksi melalui atm di kantor cabang Bank Jago di jakarta, Selasa (18/1). Tidak ingin bagi-bagi deviden, Bank Jago memilih fokus memupuk modal.


Reporter: Adrianus Octaviano, Adrianus Octaviano | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bagi pemegang saham PT Bank Jago Tbk perlu bersabar jika mengincar dividen dari bank tersebut. Sebab, Bank Jago masih ingin memupuk modal dari laba yang didapat.

Seperti diketahui, Bank Jago mampu mencetak laba bersih senilai Rp 50 miliar atau tumbuh 23% secara tahunan (yoy). Sementara, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang dimiliki mencapai 50%.

“Kami tidak ada rencana bagi dividen karena memang tujuan kami saat ini adalah laba yang kami pakai untuk memupuk permodalan,” ujar Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung, Kamis (29/8).

Baca Juga: Pengguna BTN Cash Management Naik 75% Capai 17.000 perusahaan per Agustus 2024

Memang, ia menyadari bahwa kinerja kredit yang disalurkan oleh Bank Jago hingga enam bulan pertama tahun ini tergolong tinggi. Bahkan, pertumbuhannya di atas rata-rata industri.

Per Juni 2024, penyaluran kredit Bank Jago tumbuh 40% yoy menjadi Rp 15,7 triliun. Sementara, industri perbankan mencatat pada periode yang sama hanya tumbuh di kisaran 12%.

Ia menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut masih akan berlanjut, mengingat size kredit yang dimiliki Bank Jago tergolong kecil. Oleh karenanya, untuk mengimbangi kredit tersebut, Bank Jago perlu modal yang kuat.

Lebih lanjut, Arief bilang pertumbuhan kredit Bank Jago yang tinggi di atas industri ini setidaknya akan tetap terjadi sekitar tiga sampai lima tahun ke depan.

“Pertumbuhan dari modal itu kami perlukan juga  supaya sejalan dengan pertumbuhan bisnis yang ingin kami lakukan,” tandas Arief.

Baca Juga: Bank Jago dan Bibit Luncurkan RDN Syariah Berbasis Digital Pertama di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×