kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.715   -64,00   -0,36%
  • IDX 6.535   33,09   0,51%
  • KOMPAS100 849   7,01   0,83%
  • LQ45 644   5,17   0,81%
  • ISSI 229   0,50   0,22%
  • IDX30 360   3,44   0,97%
  • IDXHIDIV20 437   3,99   0,92%
  • IDX80 97   0,79   0,82%
  • IDXV30 121   0,58   0,48%
  • IDXQ30 114   0,99   0,88%

Gara-gara corona, industri asuransi jiwa terkena dampaknya


Rabu, 24 Juni 2020 / 21:12 WIB
ILUSTRASI. Petugas keamanan berjaga di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Jakarta../pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/12/05/2020.


Reporter: Annisa Fadila | Editor: Handoyo

Namun, meskipun jumlah tertanggung dan uang pertanggungan meningkat, total polis kumpulan mengalami penurunan. Hal itu mengindikasikan pandemi covid-19 telah membuat perekonomian mulai melambat. Akibatnya, terjadi penurunan kepemilikan polis baru dari sektor korporasi.

Akan tetapi, secara umum kondisi berbagai industri di Indonesia memang sedang mengalami perlambatan. Hal itu di buktikan dengan data dari BPS yang menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal-I hanya mencapai 2,97%. Hal ini yang kemudian mendorong penurunan polis korporasi menjadi cukup signifikan.

“Untuk kanal distribusi, bancassurance merupakan kanal yang memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan premi industri asuransi jiwa di kuartal-I 2020. Tercatat, rasio kontribusi bancassurance terhadap total premi sebesar 44,4% yang diikuti oleh kanal distribusi keagenan sebesar 38,4%,” katanya.

Baca Juga: Atasi penurunan akibat corona, asuransi jual polis secara digital

Asal tahu saja, terkait dengan hasil investasi industri asuransi jiwa sebagai suatu bisnis jangka panjang, terdapat penurunan hasil investasi pada kuartal-I. Hal itu disebabkan kondisi pasar modal Indonesia setelah pandemi.

Dampaknya, industri asuransi jiwa yang berhubungan erat dengan pasar modal, ikut terpengaruh. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi 27,8% sejak awal tahun hingga Maret 2020,”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×