kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.685   99,00   0,56%
  • IDX 6.470   -252,97   -3,76%
  • KOMPAS100 859   -34,67   -3,88%
  • LQ45 638   -20,11   -3,06%
  • ISSI 234   -8,67   -3,57%
  • IDX30 362   -9,19   -2,48%
  • IDXHIDIV20 447   -8,29   -1,82%
  • IDX80 98   -3,68   -3,61%
  • IDXV30 127   -2,61   -2,01%
  • IDXQ30 117   -2,43   -2,04%

Gara-gara corona, kontribusi perbankan terhadap PDB ikut melorot


Senin, 17 Agustus 2020 / 20:09 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan kegiatan transaksi di Bank Cimb Niaga Jakarta, Senin (18/11). PT Bank CIMB Niaga Tbk pada triwulan III 2019 membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,68 triliun, tumbuh 3,47% dibandingkan periode yang sama tahun lalu./pho KONTAN/Car


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Sementara sejumlah bankir mengaku masih optimistis masih dapat mempertahankan pertumbuhan kredit yang positif, setidaknya hingga 4% pada tahun ini.

“Seiring sejumlah stimulus, kami masih optimistis bisa mencapai pertumbuhan kredit di kisaran 4-5%. Ini juga sesuai dengan proyeksi yang dicanangkan oleh OJK,” kata Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Sigit Prastowo kepada Kontan.co.id.

Baca Juga: Ekonom CORE sebut peran multifinance menggerakkan perekonomian masih kecil, kenapa?

Sementara Direktur Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) Ferdian Timur Satyagraha bahkan mengaku bisa meraih pertubuhan kredit hingga double digit hingga akhir tahun. Salah satu alasannya, karena perseroan juga baru dapat penempatan dana dari pemerintah Rp 2 triliun untuk bekal ekspansi kredit. 

“Sebelum ada dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) kami targetkan pertumbuhan kredit 8%, dengan dana PEN potensi pembiayaan makin besar, sehingga mungkin bisa tumbuh di atas 10%,” ungkapnya kepada Kontan.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×