kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

Geopolitik hingga Inflasi Perumit Risiko Bisnis, Industri Harus Bisa Lebih Adaptif.


Kamis, 04 Juni 2026 / 21:22 WIB
Geopolitik hingga Inflasi Perumit Risiko Bisnis, Industri Harus Bisa Lebih Adaptif.
ILUSTRASI. IHSG Terpengaruh Perkembangan Geopolitik Timur Tengah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, tekanan inflasi, disrupsi energi, dan gangguan rantai pasok mendorong dunia usaha memperkuat strategi mitigasi risiko. Kondisi tersebut menciptakan tantangan yang semakin kompleks bagi berbagai sektor industri, termasuk perasuransian.

Direktur Pengembangan dan Teknologi Informasi Indonesia Re, Beatrix Santi Anugrah mengatakan, industri saat ini tidak hanya membutuhkan ketahanan finansial, tetapi juga kemampuan adaptasi yang lebih kuat dalam menghadapi perubahan lanskap risiko.

“Inflasi berdampak pada peningkatan biaya klaim dan operasional, disrupsi energi memengaruhi keberlangsungan aktivitas bisnis. Sementara gangguan supply chain menghambat distribusi dan menurunkan kualitas layanan.  "Maka, endekatan pengelolaan risiko konvensional sudah tidak lagi memadai,” ujar Beatrix dalam keterangannya, Rabu (3/6).

Managing Director Chief Economist BPI Danantara, Reza Yamora Siregar menambahkan, ketidakpastian global saat ini telah mencapai level tertinggi dalam hampir dua dekade terakhir dengan geopolitik menjadi sumber utama tekanan ekonomi dunia.

Baca Juga: AAJI: Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Naik 6,5% Jadi Rp 6,45 Triliun

“Kita memasuki fase di mana geopolitik menjadi sumber utama ketidakpastian ekonomi dunia. Konflik Rusia-Ukraina, eskalasi di Timur Tengah, hingga ketegangan perdagangan global telah menciptakan tekanan besar terhadap pasar keuangan, harga energi, dan stabilitas ekonomi global,” ujarnya.

Sementara itu, Pakar Manajemen Risiko dan Transformasi Berkelanjutan, Sakri Widyo Saroyo menilai, berbagai risiko saat ini semakin saling terhubung, mulai dari geopolitik, inflasi, rantai pasok, teknologi hingga perubahan regulasi.

“Risiko saat ini tidak lagi berdiri sendiri. Geopolitik, inflasi, supply chain, teknologi, hingga perubahan regulasi saling terhubung dan membentuk landskap risiko yang jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya,” kata Sakri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×