kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Geopolitik Memanas, Permintaan Pembiayaan Emas di Bank Syariah Melonjak


Jumat, 06 Maret 2026 / 20:13 WIB
Geopolitik Memanas, Permintaan Pembiayaan Emas di Bank Syariah Melonjak


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Memanasnya tensi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, turut mendorong minat masyarakat terhadap investasi emas. Kondisi ini tercermin dari meningkatnya permintaan pembiayaan emas di sejumlah bank syariah.

Jika dilihat dari situs Logam Mulia, harga emas hari ini Jumat (6/3) di Butik Emas Antam berada di Rp 3.024.000 per gram. 

Direktur Utama PT Bank BJB Syariah, Arief Setyahadi mengatakan, memanasnya situasi di Timur Tengah secara tidak langsung berdampak pada bisnis emas. Hal ini terlihat dari meningkatnya tren permintaan pembiayaan emas di bank tersebut.

Baca Juga: Bisnis Agen Perbankan Tumbuh Subur! Jutaan Nasabah Baru Terjaring

“Tren permintaan pembiayaan meningkat, tercatat naik 118,13% atau sekitar Rp 95 miliar, dari posisi Desember 2025 sebesar Rp 528,7 miliar menjadi Rp 624,6 miliar per Februari 2026,” ujar Arief kepada Kontan.

Seiring kenaikan tersebut, jumlah nasabah pembiayaan emas Bank BJB Syariah tercatat mencapai 10.709 nasabah.

Arief menjelaskan, mekanisme pembelian emas di Bank BJB Syariah menggunakan skema cicilan. Nasabah dapat mengajukan pembiayaan melalui kantor cabang terdekat dengan melengkapi dokumen yang dibutuhkan serta menyiapkan uang muka sesuai ketentuan bank.

Setelah harga emas dan besaran cicilan disepakati, nasabah dapat langsung melakukan akad pembiayaan. Proses pengajuan ini memiliki service level agreement (SLA) satu hari atau one day service.

Ke depan, Bank BJB Syariah menargetkan pembiayaan emas dapat tumbuh hingga 129% pada 2026 dibanding posisi Desember 2025. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, bank ini memperluas kerja sama dengan pemasok emas guna memastikan ketersediaan stok.

Selain itu, strategi yang disiapkan antara lain digitalisasi proses pembiayaan kepemilikan emas melalui mobile banking BJB Syariah.

Baca Juga: Bisnis Agen Perbankan Tumbuh Subur! Jutaan Nasabah Baru Terjaring

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Hayunaji, menyebut kondisi geopolitik global secara historis memang mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap emas sebagai aset lindung nilai atau safe haven.

“Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, emas sering menjadi pilihan utama masyarakat untuk menjaga nilai kekayaan,” ujarnya.

Di Bank Muamalat, tren tersebut tercermin dari meningkatnya minat masyarakat terhadap produk pembiayaan emas Solusi Emas Hijrah (SOLEH). Kendati Hayunaji tak membeberkan lebih detail berapa peningkatannya hingga saat ini.

Jika dilihat hingga 2025 lalu, Bank Muamalat mencatat pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak 33 kali lipat secara tahunan dengan pertumbuhan mencapai Rp1,1 triliun. Sementara itu, jumlah rekening (number of account) juga meningkat tajam 1.218% menjadi 24.335 rekening sepanjang 2025.

Hayunaji menyebut pertumbuhan bisnis pembiayaan emas bank ini tercermin dari peningkatan volume pembiayaan, nilai transaksi, hingga jumlah nasabah. Peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya literasi investasi emas di masyarakat, kemudahan akses pembelian melalui aplikasi Muamalat DIN, serta fleksibilitas tenor pembiayaan.

Melalui produk SOLEH, nasabah dapat memiliki emas dengan skema pembiayaan syariah menggunakan akad murabahah. Dalam mekanisme ini, bank terlebih dahulu membeli emas dari mitra penyedia logam mulia seperti PT Aneka Tambang Tbk, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Pegadaian Galeri Dua Empat, kemudian menjualnya kepada nasabah dengan skema cicilan.

Baca Juga: Permintaan Pembiayaan Emas Bank Muamalat Meningkat di Tengah Ketidakpastian Global

Nasabah dapat memilih tenor pembayaran mulai dari tiga hingga sepuluh tahun. Dengan skema tersebut, harga dan margin telah disepakati di awal sehingga memudahkan nasabah dalam merencanakan keuangan.

Ke depan, Bank Muamalat menilai bisnis emas memiliki prospek yang baik dan berpotensi menjadi salah satu pilar pertumbuhan pembiayaan konsumer. Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, bank ini memperkuat ekosistem emas syariah, memperluas kerja sama dengan mitra logam mulia, serta meningkatkan literasi investasi syariah kepada masyarakat.

Selain itu, digitalisasi layanan melalui aplikasi Muamalat DIN serta optimalisasi jaringan cabang juga menjadi strategi untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk pembiayaan emas.

Adapun PT Bank Syariah Indonesia (BRIS) mencatat kenaikan jumlah nasabah bullion bank di BSI dari Januari hingga Februari 2026 sebesar 44% secara year to date (ytd) dan penjualan selama tahun 2026 sudah mencapai 58% dari total penjualan tahun 2025.

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, hal ini juga dipicu dari multiplier effect kondisi global terkait ketegangan di Timur Tengah yang memberikan pengaruh terhadap permintaan emas seiring dengan kenaikan harga emas. Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan tersebut, BSI telah memiliki inventory manajemen yang baik.

"Minat nasabah BSI terhadap layanan emas melampaui ekspektasi. Selain karena instrumen emas ini unik, emas juga menjadi investasi yang aman dan mudah sesuai dengan prinsip syariah. Tren investasi emas juga mendorong pertumbuhan bisnis di BSI yang merupakan Bank Emas pertama di Indonesia," jelas Anton.

Baca Juga: Permintaan Pembiayaan Emas Bank Muamalat Meningkat di Tengah Ketidakpastian Global

Untuk memenuhi kebutuhan emas nasabah, saat ini BSI telah bekerjasama dengan beberapa supplier dan tidak menutup kemungkinan ke depannya akan menambah supplier dengan beberapa kajian dan pertimbangan penerapan manajemen risiko yang tepat.

Kemudahan pembelian emas bullion bank BSI secara realtime lewat superapps BYOND juga mendorong masyarakat membeli emas dengan aman dan mudah. Terlebih, nasabah bisa melakukan pembelian dengan harga mulai dari Rp50.000an.

Nasabah juga dapat melakukan transfer saldo emas (gramase) ke sesama rekening BSI Emas. Selain itu, Nasabah yang ingin mencetak emasnya juga dapat mengajukan via aplikasi dan melakukan pengambilan di kantor cabang yang telah dipilih.

"Ke depan, kami melihat permintaan emas masih terus meningkat. Untuk itu BSI akan memastikan kesiapan dari sisi persediaan, serta edukasi nasabah agar investasi emas dilakukan secara bertahap dan berorientasi jangka panjang.  Dalam kondisi apapun, BSI selalu melakukan antisipasi atas ketersediaan stok yang memadai dari para supplier serta pengelolaan inventory management yang baik," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×