Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli
Ketiga, perseroan akan memanfaatkan sinergi dengan perusahaan induk yaitu BRI dengan referral dari kantor-kantor cabang BRI.
Keempat, BRI Finance pun akan mengembangkan pasar di bidang fleet selain used car dan refinancing yang selama ini sudah digarap.
“Perusahaan yang dibidik untuk saat ini adalah BUMN dan grup BUMN serta perusahaan-perusahaan swasta yang bonafide. Kami akan menyasar potensi yang memang cukup aman dari segi risiko,” kata Taufiq.
Kelima, BRI Finance akan terus melanjutkan digitalisasi proses bisnis yaitu dengan enhancement aplikasi My BRIf.
Baca Juga: Bankir Optimistis Bisnis KKB Mentereng Tahun 2023, Ini Penyebabnya
Aplikasi tersebut menjadi one stop digital financing platform bagi BRI Finance, yaitu sebagai media informasi, media transaksi, personalisasi dan market demand untuk ritel. Selain itu, BRI Finance pun akan mensinergikan My BRIf dengan super apps BRI yaitu BRImo.
“Sinergi dengan super apps milik perusahaan induk tersebut memiliki potensi sangat besar. Hingga akhir 2022 pengguna aplikasi BRImo sudah mencapai 22,3 juta,” imbuhnya.
Keenam, BRI Finance pun melakukan kolaborasi digitalisasi dan publikasi dengan business partner baik otomotif atau non otomotif, market place dan juga media publikasi.
Baca Juga: BRI Finance Optimistis Permintaan Kredit Kendaraan Listrik Meningkat Tahun Ini
Ketujuh, dari sisi jaringan kerja perseroan akan dan sudah menambah 16 point of sales di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Tujuannya memperdalam penetrasi ke sentra-sentra industri dan bisnis yang akan dioptimalkan untuk meraih potensi market di Jabodetabek.
“Kemudian adalah penguatan manajemen risiko, baik dari credit scoring maupun collection scoring. Jadi itu adalah hal-hal yang akan dilakukan pada 2023 untuk bisa menjawab tantangan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News