kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Harapan Bank QNB Indonesia setelah melepas kredit macet Rp 1,19 triliun


Senin, 05 Maret 2018 / 22:07 WIB
ILUSTRASI. Layanan Bank QNB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank QNB Indonesia Tbk mengumumkan akan menjual kredit bermasalah (NPL) sebesar Rp 1,19 triliun. Penjualan kredit macet ini juga di dalamnya ada kredit berkualitas rendah.

Adhiputra Tanoyo, Direktur Bank QNB Indonesia bilang NPL ini dijual ke BDFK Limited. "Kemudian BDFK melakukan pembayaran dalam bentuk obligasi ke QNB Indonesia," kata Adhi dalam keterbukaan ke BEI, Senin (5/3).

Pembayaran dalam bentuk penerbitan obligasi ini dijamin dengan jaminan tunai berupa standby letter of credit (SBLC) yang diterbitkan induk QNB (Q.P.S.C). Jaminan ini senilai 100%.

Sebagai gambaran BDFK Limited merupakan kendaraan spesial atau special purpose vehicle pihak ketiga berlokasi di Cayman Island. BDFK tidak terkait secara hukum dengan QNB Indonesia dan QNB induk.

Hubungan afiliasi terjadi ketika QNB (Q.P.S.C) sebagai induk QNB Indonesia menerbitkan standby letter of credit dari obligasi yang diterbitkan BDFK. Sebagai jaminan pembelian NPL.

Dengan penjualan NPL ini diharapkan rugi bersih QNB Indonesia sepanjang 2017 sebesar Rp 789 miliar bisa berkurang. Kerugian ini sebagian besar disebabkan karena pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN).

Diharapkan dengan terlepasnya NPL ini membuat kinerja bank tahun ini dan mendatang bisa membaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×