kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Harga batubara dekati US$ 110 per ton, bagaimana efek ke kredit?


Kamis, 31 Mei 2018 / 16:10 WIB
ILUSTRASI. Batubara Milik PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga batubara pada akhir Mei 2018 ini hampir menyentuh US$ 100 per ton. Hal ini berdasarkan data harga batubara Newcastle pada Kamis (31/5) pengiriman Juni 2018 yang naik 1,64% menjadi US$ 108,75.

Menanggapi kenaikan harga batubara ini, Paul Sutaryono, Pengamat Perbankan bilang meskipun harga komoditas batubara mulai membaik lagi, NPL pertambangan masih naik.

"NPL sektor pertambangan justru naik dari 6,19% per Februari 2018 menjadi 6,27% di Maret 2018 menurut Statistik Perbankan Indonesia," kata Paul kepada Kontan.co.id, Kamis (31/5).

Artinya menurut Paul, bank sebaiknya tetap mengerem kredit ke sektor tersebut. Apalagi NPL sudah jauh melewati ambang batas 5%.

Kondisi itu membebani cadangan bank sehingga ujungnya menekan modal. Dengan demikian, manajemen risiko kredit wajib lebih ditingkatkan. Boedi Armanto, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II OJK bilang saat ini kredit bank terkait tambang dan batubara belum meningkat. "Yang jelas NPL sudah mengalami penurunan," kata Boedi, Kamis (31/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×