kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Harga batubara dekati US$ 110 per ton, bagaimana efek ke kredit?


Kamis, 31 Mei 2018 / 16:10 WIB
ILUSTRASI. Batubara Milik PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga batubara pada akhir Mei 2018 ini hampir menyentuh US$ 100 per ton. Hal ini berdasarkan data harga batubara Newcastle pada Kamis (31/5) pengiriman Juni 2018 yang naik 1,64% menjadi US$ 108,75.

Menanggapi kenaikan harga batubara ini, Paul Sutaryono, Pengamat Perbankan bilang meskipun harga komoditas batubara mulai membaik lagi, NPL pertambangan masih naik.

"NPL sektor pertambangan justru naik dari 6,19% per Februari 2018 menjadi 6,27% di Maret 2018 menurut Statistik Perbankan Indonesia," kata Paul kepada Kontan.co.id, Kamis (31/5).

Artinya menurut Paul, bank sebaiknya tetap mengerem kredit ke sektor tersebut. Apalagi NPL sudah jauh melewati ambang batas 5%.

Kondisi itu membebani cadangan bank sehingga ujungnya menekan modal. Dengan demikian, manajemen risiko kredit wajib lebih ditingkatkan. Boedi Armanto, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II OJK bilang saat ini kredit bank terkait tambang dan batubara belum meningkat. "Yang jelas NPL sudah mengalami penurunan," kata Boedi, Kamis (31/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×