Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menilai dinamika harga komoditas dan kondisi geopolitik global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi lini asuransi energi baik onshore maupun offshore. Sebab, kondisi tersebut dapat menyebabkan perubahan pada aktivitas sektor energi dan kebutuhan asuransinya.
Meski ada dinamika pasar, Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan kebutuhan perlindungan terhadap aset dan aktivitas sektor energi tetap menjadi peluang yang akan digarap Jasindo secara selektif, dengan mengedepankan kualitas risiko dan prinsip underwriting.
"Kami juga terus memperkuat pengelolaan risiko untuk memastikan pertumbuhan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: Zurich Life Sebut Implementasi AI Dapat Membantu Mengelola Klaim Kesehatan
Lebih lanjut, Gema menerangkan selain dinamika geopolitik dan pasar energi global, salah satu tantangan dalam menggarap bisnis asuransi energi adalah menyangkut kompleksitas dan besarnya nilai risiko. Di sisi lain, dia bilang pengembangan proyek energi dan kebutuhan perlindungan terhadap aset strategis tetap membuka ruang pertumbuhan bisnis asuransi di sektor energi.
"Oleh karena itu, Asuransi Jasindo terus memperkuat kapabilitas underwriting dan manajemen risiko, serta mengoptimalkan kolaborasi dengan segenap pemangku kepentingan untuk mengembangkan bisnis energi secara prudent dan berkelanjutan," ucapnya.
Sementara itu, Jasindo juga angkat bicara mengenai adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Blok Masela di Laut Arafura, Kepulauan Tanimbar, Maluku. Gema menyebut pengembangan proyek strategis, seperti Blok Masela, berpotensi membuka peluang bagi industri asuransi, termasuk pada tahap konstruksi maupun operasional.
"Kami melihat perkembangan tersebut sebagai peluang untuk memperkuat partisipasi Asuransi Jasindo di sektor energi, dengan tetap mempertimbangkan struktur proyek, profil risiko, kapasitas pertanggungan, dan prinsip underwriting yang prudent," kata Gema.
Terkait kinerja, Gema mengatakan Jasindo membukukan premi dari lini energi offshore maupun onshore mencapai Rp 188,77 miliar per Juni 2026.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono mengatakan lini asuransi energi tetap memiliki peran penting dalam mendukung sektor energi nasional, di tengah dinamika geopolitik global dan fluktuasi harga energi. Ogi menyampaikan prospek lini usaha energi ke depannya akan dipengaruhi sejumlah faktor.
"Dipengaruhi oleh perkembangan investasi dan proyek-proyek strategis di sektor energi," ungkapnya dalam lembar jawaban RDK OJK.
Baca Juga: PT SMI Salurkan Pembiayaan ke Pemkot Surabaya Rp 1,16 Triliun untuk Infrastruktur
Untuk menjaga pertumbuhan yang sehat di lini tersebut, Ogi menerangkan perusahaan asuransi perlu terus memperkuat kualitas underwriting, memastikan dukungan reasuransi yang memadai, serta menyesuaikan pengelolaan risiko dengan perkembangan kondisi pasar dan profil risiko yang dihadapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
