kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Hasil Investasi Asuransi Umum Naik 13,5% per Akhir 2025, Ini Penjelasan AAUI


Minggu, 01 Maret 2026 / 09:28 WIB
Hasil Investasi Asuransi Umum Naik 13,5% per Akhir 2025, Ini Penjelasan AAUI
ILUSTRASI. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai peningkatan hasil investasi asuransi umum tidak terlepas dari keberhasilan perusahaan dalam mengalokasikan kenaikan total investasi secara lebih optimal. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hasil investasi industri asuransi umum meningkat signifikan sebesar 13,5% secara Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 8,44 triliun per akhir 2025.

Mengenai hal itu, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai peningkatan hasil investasi tidak terlepas dari keberhasilan perusahaan dalam mengalokasikan kenaikan total investasi secara lebih optimal. 

Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan total investasi industri asuransi umum meningkat 8,9% secara YoY, menjadi Rp 131,43 triliun pada 2025. Dia bilang tambahan dana kelolaan tersebut ditempatkan secara lebih selektif pada instrumen yang memberikan imbal hasil kompetitif, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko. 

"Kondisi pasar keuangan yang relatif lebih stabil juga turut mendukung pencapaian hasil investasi tumbuh 13,5% secara YoY," ungkapnya kepada Kontan, Minggu (1/3/2026).

Baca Juga: Ini Respons AAJI Soal Adanya Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN

Dari sisi teknis, Budi menambahkan kinerja underwriting juga menunjukkan perbaikan signifikan. Hasil underwriting yang tercatat masih negatif pada 2024, berbalik menjadi positif pada 2025. Dia bilang hal tersebut mencerminkan seleksi risiko yang makin disiplin, serta pengendalian klaim yang lebih baik. 

"Klaim neto relatif terjaga, sehingga tekanan terhadap profitabilitas teknis dapat diminimalkan. Perbaikan itu memperkuat struktur keuangan industri, sejalan dengan kenaikan ekuitas sebesar 10,9% secara YoY," tuturnya.

Adapun pencapaian positif hasil investasi tersebut menjadi salah satu penopang utama laba industri asuransi umum per akhir 2025. Tercatat, industri asuransi umum memperoleh laba setelah pajak sebesar Rp 15,82 triliun per akhir 2025, atau membalikkan keadaan dari rugi sebesar Rp 8,94 triliun per akhir 2024. 

Baca Juga: Mengapa Suku Bunga Kredit Konsumsi Sulit Turun? Ini Penjelasan OJK

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×