kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

HDFA patok target pembiayaan serupa di kuartal II


Senin, 27 April 2015 / 17:03 WIB
HDFA patok target pembiayaan serupa di kuartal II
ILUSTRASI. Honda Prospect Motor (HPM) mencatat penjualan ritel capai 106.637 unit pada periode Januari-Oktober 2023, naik 7% YoY


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Setelah membukukan pertumbuhan pembiayaan sekitar 12% di kuartal pertama tahun 2015, perusahaan pembiayaan (multifinance) PT Radana Bhaskara Finance Tbk alias Radana Finance menargetkan pertumbuhan pembiayaan yang serupa di akhir triwulan kedua nanti.

Meskipun enggan menuturkan secara gamblang target pembiayaan hingga akhir Juni 2015, Evy Indahwaty, Direktur Utama Radana Finance mengaku perseroan yakin pertumbuhan kreditnya di kuartal kedua dapat melonjak minimal 12%. "Saya masih optimistis bisa tumbuh segitu juga," katanya kepada KONTAN, Rabu (22/4).

Memang emiten yang berkode HDFA ini mematok target pembiayaan tahun 2015 di angka Rp 2 triliun. Dengan pencapaian penyaluran kredit kuartal pertama yang berkisar Rp 400,7 miliar, maka perseroan harus mencetak pembiayaan sekitar Rp 1,6 triliun lagi dalam sembilan bulan ini.

Evy mengaku, pasar otomotif dalam negeri sedang lesu sehingga berimbas performa industri pembiayaan di bulan-bulan pertama tahun 2015. Tetapi, DHFA yakin, pasar kendaraan roda dua maupun roda empat akan pulih pada semester kedua nanti. "Kami masih optimistis akan recovery market-nya, di semester dua. Kami akan tetap berusaha untuk capai target," ujarnya.

Ia beranggapan, di paruh kedua tahun 2015, pemerintah Indonesia akan lebih serius dalam memperbaiki fundamental perekonomian dalam negeri. Tentu hal tersebut wajib ditunjang oleh kestabilan sektor politik tanah air. Di sisi lain, dengan mengalirnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di semester dua, lanjut Evy, perekonomian masyarakat akan pulih.

Seiring dengan daya beli masyarakat yang meningkat, pasar otomotif juga akan terkena imbas positif. Begitu pula dengan industri pembiayaan yang akan turut menikmati ceruk tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×