kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Hingga April 2019, dana investasi BPJS Ketenagakerjaan tembus Rp 386 triliun


Senin, 20 Mei 2019 / 20:27 WIB
Hingga April 2019, dana investasi BPJS Ketenagakerjaan tembus Rp 386 triliun

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus menunjukkan kinerja cemerlang di empat bulan pertama 2019. Tercatat, dana investasi perseroan mencapai Rp 386 triliun.

Merujuk catatan Kontan.co.id, realisasi itu meningkat signifikan dibandingkan realisasi April tahun lalu sebesar Rp 322 triliun. Artinya, perseroan sukses meningkatkan dana investasi hingga 19,87% secara year on year (yoy).


Jika dilihat dari penempatan investasi, porsi instrumen saham meningkat menjadi 19%. Padahal porsi investasi saham per Februari 2019 masih 18%. Sementara sisanya, ditaruh ke instrumen surat berharga negara (SBN), deposito, reksadana dan lainnya.

Sepanjang tahun 2019, perseroan menargetkan dana investasi mencapai Rp 443 triliun. Streteginya dengan meningkatkan kinerja di semua lini seperti jumlah kepesertaan, iuran, kinerja investasi dan pelayanan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyatakan pihaknya optimistis bisa mencapai target meskipun kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah tertekan dan diperkirakan akan membaik. Melalui penyesuaian kembali alokasi portofolio investasi (rebalancing).

“Saya kira ini waktu yang tepat untuk melakukan rebalancing portofolio karena ketika pasar terkoreksi justru sangat bagus untuk melakukan pembelian saham,” kata Agus di Jakarta, Senin (20/5).

Pihaknya akan banyak melakukan pembelian saham (net buy) di tengah kelesuan pasar. Saham-saham yang diborong adalah emiten berkinerja baik dan memiliki nilai transaksi besar, seperti saham LQ45 dan saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selain menambah jumlah saham, BPJS Ketenagakerjaan juga melakukan aksi profit taking yaitu aksi mengambil untung dengan cara menjual saham di harga yang lebih tinggi dari harga belinya. Namun tetap mengedepankan sikap kehati-hatian dalam pengelolaan investasi.




TERBARU

Close [X]
×