kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.762   1,00   0,01%
  • IDX 6.431   -31,19   -0,48%
  • KOMPAS100 840   -11,81   -1,39%
  • LQ45 639   -9,53   -1,47%
  • ISSI 225   1,09   0,49%
  • IDX30 355   -4,99   -1,39%
  • IDXHIDIV20 443   -6,25   -1,39%
  • IDX80 96   -1,38   -1,42%
  • IDXV30 122   -1,83   -1,47%
  • IDXQ30 115   -1,64   -1,41%

Hingga kuartal III-2019, rasio loan at risk di Bank BNI mencapai 8%


Minggu, 15 Desember 2019 / 22:53 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Bank BNI Jakarta, (12/7).


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Untuk kredit bermasalah sektor komersial masih mengalami kenaikan dari 15,7% di kuartal III-2018 menjadi 17,1% di kuartal III-2019.

Sektor yang menyumbang NPL komersial di antaranya adalah perdagangan, restoran, dan hotel. Untuk menjaga NPL sektor komersial, bank akan menjaga proses pemberian kredit secara terjaga atau prudent.

Hal ini dengan mengambil langkah konservatif dalam melakukan penyaluran kredit. Bank ke depan juga akan menjaga kualitas kredit baru di sektor ini.

Baca Juga: Bank DKI terbitkan surat utang jangka pendek senilai Rp 1,88 triliun

Untuk proyeksi di tahun 2020 dengan target pemerintah yang tinggi, sedangkan ekonomi yang masih melambat, BBNI mengupayakan untuk menurunkan loan at risk nya di tahun depan.

“Kita upayakan loan at risk kita menurun di tahun depan,” kata Herry kepada kontan.co.id, Kamis (12/12).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×