kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.970   46,00   0,26%
  • IDX 6.181   -60,46   -0,97%
  • KOMPAS100 805   -7,45   -0,92%
  • LQ45 616   -5,31   -0,86%
  • ISSI 214   -1,69   -0,78%
  • IDX30 341   -3,09   -0,90%
  • IDXHIDIV20 429   -0,76   -0,18%
  • IDX80 92   -0,86   -0,93%
  • IDXV30 116   -0,18   -0,15%
  • IDXQ30 110   -0,52   -0,47%

Hingga Oktober, Kredit Perbankan Tumbuh 8,99%


Jumat, 24 November 2023 / 04:30 WIB
Hingga Oktober, Kredit Perbankan Tumbuh 8,99%
ILUSTRASI. Logo Bank Indonesia. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana


Reporter: Adrianus Octaviano, Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan di Oktober 2023 mencapai 8,99% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan tersebut cenderung stagnan dari bulan sebelumnya yang tumbuh 8,96% YoY.

Gubernur BI Perry Warjiyo bilang pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan permintaan pembiayaan. Itu sejalan dengan kinerja korporasi dan konsumsi rumah tangga yang terjaga. 

"Secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh sektor jasa sosial, jasa dunia usaha, dan pertambangan," ujar Perry.

Sementara itu, Perry bilang pembiayaan syariah juga terus meningkat mencapai 14,68% YoY pada Oktober 2023. Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit mencapai 8,36% YoY, antara lain didukung oleh penyaluran KUR. 

Baca Juga: Laju Penghimpunan DPK Perbankan Semakin Melambat, Hanya Tumbuh 3,4% Per Oktober

Ke depan, Perry bilang pihaknya akan terus mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama pada sektor-sektor prioritas, inklusi, dan ekonomi hijau. 

Dengan memperhatikan perkembangan tersebut, ia optimistis pertumbuhan kredit hingga akhir tahun 2023 diprakirakan tetap di kisaran 9%-11%. 

Perry juga menyebutkan risiko kredit masih terkendali. Itu tercermin dari rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang rendah yakni sebesar 2,43% secara bruto dan 0,77% secara neto. 

"Hasil stress-test Bank Indonesia juga menunjukkan ketahanan perbankan yang tetap kuat dalam menghadapi tekanan global," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×