Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.536
  • SUN95,67 0,14%
  • EMAS660.000 0,61%

Hingga September 2018, SMF fasilitasi transaksi sekuritisasi Rp 10,15 triliun

Rabu, 14 November 2018 / 19:11 WIB

Hingga September 2018, SMF fasilitasi transaksi sekuritisasi Rp 10,15 triliun
ILUSTRASI. Peluncuran Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Ritel

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah memfasilitasi transaksi sekuritisasi kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp 10,15 triliun. Jumlah tersebut terhitung dari 2006 hingga September 2018.

Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo mengatakan, transaksi tersebut meningkat Rp 2 triliun dari realisasi tahun lalu Rp 8,15 triliun. Target transaksi sekuritisasi sebesar Rp 2 triliun sudah tercapai dari kerjasama dengan bank BTN pada awal tahun ini.


“Untuk tahun 2018, realisasi transaksi sekuritisasi Rp 2 triliun sudah sesuai target. Per September angka akumulasi transaksi Rp 10,15 triliun, atau selisihnya Rp 2 triliun dari realisasi tahun lalu,” kata Heliantopo kepada Kontan.co.id, Rabu (14/11).

Dari total transaksi tersebut, SMF telah memfasilitasi 12 kali penerbitan transaksi sekuritisasi. Sebanyak 11 transaksi melalui kerjasama dengan bank BTN dan satu transaksi dengan bank Mandiri.

Sekuritisasi ini berbentuk Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP), dimana semua transaksi mendapat rating idAAA dari Pefindo. Rating tersebut mencerminkan kemampuan untuk membayar kewajiban secara tepat waktu yang sangat kuat dari risiko kegagalan yang rendah.

Meski telah memenuhi target, pihaknya masih berharap tahun depan akan semakin banyak perbankan yang melakukan sekuritisasi aset KPR. Salah satu straginya adalah SMF gencar mensosialisasikan perbankan yang memiliki aset KPR bernilai besar untuk menerbitkan EBA-SP.

“Kami terus melakukan penjajakan untuk meyakinkan institusi lainnya untuk ikut sekuritisasi. Nanti ada saatnya mereka membutuhkan sekuritisasi ini,” ungkapnya.
Sekuritisasi merupakan instrumen pembiayaan KPR guna memperbaiki struktur modal perusahaan.

Transaksi ini dilakukan melalui transformasi aset yang tidak likuid menjadi likuid dengan cara pembelian aset keuangan dari kreditur asal dan penerbitan efek beragun aset berupa tagihan. Melalui tagihan sekuritisasi maka penyalur KPR kemudian menjual putus atau thru sell yang kemudian ditranformasikan oleh SMF menjadi EBA-SP yang likuid di pasar modal. Alhasil penyalur KPR, dalam hal ini perbankan mendapatkan modal yang likuid.

 

Reporter: Ferrika Sari
Editor: Sanny Cicilia

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0485 || diagnostic_web = 0.3248

Close [X]
×