kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

IIF dan BNI biayai proyek SPAM Bandar Lampung


Rabu, 15 Agustus 2018 / 17:57 WIB
Kerjasama IIF dan BNI biayai proyek SPAM Bandar Lampung


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menggandeng PT Bank Negara Indonesia (BNI) untuk memberikan pembiayaan sindikasi untuk pengembangan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Bandar Lampung. Keduanya bertindak sebagai joint mandated lead arrangers dan bookrunners (JIMLAB).

Presiden Direktur IIF Arisudono Soerono menyebut, total pembiayaan sindikasi yang disalurkan ke proyek ini mencapai Rp 550 miliar. Dimana perusahaannya dan Bank BNI punya porsi yang sama besar yakni 50:50.

Pembiayaan ini sendiri punya tenor selama dua belas tahun. "Jadi dari IIF Rp 275 miliar dan sisanya dari Bank BNI dengan nominal yang sama," kata dia, Rabu (15/5).

SPAM Kota Bandar Lampung menjadi proyek air bersih kedua di mana IIF berperan sebagai JIMLAB. Sebelumnya, anak usaha PT Sarana Multi Infrastruktur ini ikut serta dalam proyek SPAM Umbulan.

SPAM kota Bandar Lampung ini sendiri akan dijalankan oleh PT Adya Tirta Lampung dengan skema Built Operate Transfer atau BOT dengan masa konsesi selama 25 tahun.

Nantinya, proyek ini bakal menyediakan air bersih sebanyak 750 liter per detik dengan mengolah air yang bersumber dari sungai Way Sekampung untuk dialirkan dengan pipa transmisi sepanjang 22 kilometer ke kota Bandar Lampung.

Dengan proyek ini, akan ada tambahan pasokan air minum bagi 300.000 penduduk di kota tersebut yang mencakup delapan kecamatan. Yakni Kedaton, Rajabasa, Tanjung Senang, Sukarame, Sukabumi, Labuhan Ratu, Way Halim dan Kedamaian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×