kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Imbal hasil tinggi, investor P2P lending membuncah


Rabu, 09 Agustus 2017 / 12:15 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dessy Rosalina

JAKARTA. Merebaknya pelaku usaha finansial teknologi yang menjalankan skema peer to peer lending (P2P) tak cuma membuka kesempatan untuk mendapatkan pinjaman. Dari sisi pemberi pinjaman pun bisa mengantongi return yang lumayan.

CEO PT Amartha Mikro Fintek Andi Taufan Garuda Putra menyebut, dilihat dari sisi investasi, menjadi pemberi pinjaman dalam skema P2P lending punya beberapa kelebihan dibanding instrumen konvensional lain. Misal imbal hasilnya bisa lebih tinggi dari bunga deposito dan lebih stabil ketimbang menyimpang uang di pasar modal.

Di Amartha, Andi bilang, rata-rata bagi hasil yang bisa dapat pemberi pinjaman adalah sebesar 10%-20% per tahun. Menurut dia, pihaknya memang menggunakan skema bagi hasil ketimbang bunga konvensional. "Ini tergantung credit score dari peminjam. Makin bagus skornya makin kecil bagi hasilnya," kata dia, Selasa (8/8).

Bahkan Amartha memberi penawaran menjadi investor premium, yakni investor akan didampingi oleh relationship manager untuk mengelola penempatan dana. Tak tanggung, return bisa mencapai 45,5% dalam dua tahun dengan skema compounding.

CEO PT Investree Radhika Jaya Adrian Gunadi mengaku tawaran imbal hasil yang lumayan membuat minat para pemberi pinjaman untuk nesabah fintech makin lama makin besar. Bahkan, sejumlah calon investor perorangan dan lembaga dari luar negeri juga tertarik berinvestasi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×