kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 18.004   41,00   0,23%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Imbal hasil tinggi, investor P2P lending membuncah


Rabu, 09 Agustus 2017 / 12:15 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dessy Rosalina

JAKARTA. Merebaknya pelaku usaha finansial teknologi yang menjalankan skema peer to peer lending (P2P) tak cuma membuka kesempatan untuk mendapatkan pinjaman. Dari sisi pemberi pinjaman pun bisa mengantongi return yang lumayan.

CEO PT Amartha Mikro Fintek Andi Taufan Garuda Putra menyebut, dilihat dari sisi investasi, menjadi pemberi pinjaman dalam skema P2P lending punya beberapa kelebihan dibanding instrumen konvensional lain. Misal imbal hasilnya bisa lebih tinggi dari bunga deposito dan lebih stabil ketimbang menyimpang uang di pasar modal.

Di Amartha, Andi bilang, rata-rata bagi hasil yang bisa dapat pemberi pinjaman adalah sebesar 10%-20% per tahun. Menurut dia, pihaknya memang menggunakan skema bagi hasil ketimbang bunga konvensional. "Ini tergantung credit score dari peminjam. Makin bagus skornya makin kecil bagi hasilnya," kata dia, Selasa (8/8).

Bahkan Amartha memberi penawaran menjadi investor premium, yakni investor akan didampingi oleh relationship manager untuk mengelola penempatan dana. Tak tanggung, return bisa mencapai 45,5% dalam dua tahun dengan skema compounding.

CEO PT Investree Radhika Jaya Adrian Gunadi mengaku tawaran imbal hasil yang lumayan membuat minat para pemberi pinjaman untuk nesabah fintech makin lama makin besar. Bahkan, sejumlah calon investor perorangan dan lembaga dari luar negeri juga tertarik berinvestasi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×