kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Impairment Naik, Allo Bank Antisipasi Berbagai Ketidakpastian


Rabu, 01 April 2026 / 05:25 WIB
Impairment Naik, Allo Bank Antisipasi Berbagai Ketidakpastian
ILUSTRASI. Allo Bank (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mencatatkan kenaikan beban penurunan nilai (impairment) pada awal 2026 yang berdampak pada penurunan laba bersih.

Per Februari 2026, impairment Allo Bank melonjak menjadi Rp 80,47 miliar, naik signifikan dari Rp 23,67 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, laba bersih BBHI terkoreksi 17,36% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 68,09 miliar.

Baca Juga: Allo Bank (BBHI) Catatkan Pertumbuhan DPK Sebesar 46,94% pada Agustus 2025

Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank, Ganda Rusli mengatakan peningkatan impairment tersebut merupakan langkah antisipatif BBHI  dalam menghadapi potensi penurunan kualitas kredit.

Menurutnya, risiko kredit mulai meningkat seiring kenaikan harga kebutuhan pokok sejak akhir tahun lalu, terutama menjelang dan selama periode Lebaran.

 

Selain itu, potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga berisiko mendorong inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

“Kondisi ini membuat bank mencermati adanya potensi peningkatan risiko pada kualitas kredit, sehingga pencadangan kami tingkatkan sebagai langkah kehati-hatian,” ujarnya kepada Kontan, Senin (31/3/2026).

Sebagai respons, Allo Bank memperketat penyaluran kredit baru sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap portofolio kredit yang sudah berjalan.

Manajemen juga melakukan monitoring yang lebih ketat terhadap debitur eksisting guna mendeteksi potensi penurunan kualitas kredit sejak dini.

Baca Juga: Laba Allo Bank (BBHI) Meningkat 18,86% pada Agustus 2025

Di tengah tekanan dari sisi biaya pencadangan, perseroan berupaya menjaga profitabilitas dengan mengoptimalkan sumber pendapatan di luar bunga.

Strategi tersebut dilakukan melalui optimalisasi neraca (balance sheet) serta peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee-based income).

Dengan langkah tersebut, Allo Bank berharap dapat menjaga kinerja keuangan tetap stabil di tengah tantangan kenaikan risiko kredit pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×