kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

BPD Masih Cetak Laba di Kuartal I-2026, BPD Jatim & BJB Paling Tinggi


Rabu, 20 Mei 2026 / 19:32 WIB
BPD Masih Cetak Laba di Kuartal I-2026, BPD Jatim & BJB Paling Tinggi
ILUSTRASI. BPD DIY (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD) masih terus mencatat kinerja positif pada kuartal I-2026. Sejumlah BPD akhirnya bekerja sama membentuk Kelompok Usaha Bank (KUB) guna mendorong kinerja.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga kuartal I-2026, total keseluruhan aset BPD mencapai Rp 1.036,51 triliun, tumbuh 3,2% secara tahunan

Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah, dan Daerah OJK Defri Andri menyebut BPD masih memiliki ketahanan yang solid untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi saat ini.

Baca Juga: Transaksi QRIS Tumbuh Pesat, BI Perluas Jaringan Cross Border ke India dan Hong Kong

Defri menyebut ketahanan itu tercermin dari tingkat permodalan alias capital adequacy ratio (CAR) BPD yang tercatat di level 26,19%. Lebih tinggi dibandingkan rata-rata CAR industri sebesar 25,09%.

Defri menyebut dengan pembentukan KUB, permodalan BPD semakin terjaga. Pasalnya, BPD yang sudah lebih dulu solid bisnisnya jadi bisa mendukung permodalan BPD yang masih berkembang.

"Sinergi bisnis yang dibangun di dalam KUB diharapkan tidak hanya terbatas pada aktivitas perbankan. Namun juga mendorong sinergi ekonomi antar daerah," kata Defri dalam rapat kerja tahunan Bank Jatim, Rabu (20/5/2026).

Jika dilihat dari laporan keuangan tiap BPD, BPD Jawa Timur mencatatkan kinerja yang paling solid. Ini terlihat dari perolehan laba bersih pada kuartal I-2026 yang mencapai Rp 661,23 miliar, lebih tinggi dibanding BPD besar lainnya.

Laba Bank Jatim ini terhitung naik 90,36% secara tahunan dari Maret 2025 yang sebesar Rp 347,364 miliar.

Pertumbuhan laba BPD Jatim didorong oleh pendapatan bunga sebesar Rp 3,33 triliun. Sedangkan, beban bunganya tercatat sebesar Rp 975 miliar.

Dengan begitu, pendapatan bunga bersih Bank Jatim menjadi sebesar Rp 2,35 triliun, naik sampai 39,88% yoy.

Baca Juga: Penyaluran Pembiayaan Amartha Tembus Rp 3 Triliun pada Kuartal I-2026

Dari sisi intermediasi, Bank Jatim menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp 109,2 triliun, terhitung naik 41,8% yoy.

Dalam rapat kerja tahunan Bank jatim 2026, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menyebut pertumbuhan Bank Jatim salah satunya didorong oleh kerja sama KUB yang dibangun dengan sejumlah BPD Lainnya.

"KUB bisa menjadi jawaban untuk tantangan hari ini dan masa depan. Jadi KUB ini bukan hanya sekadar regulatory compliance, tapi strategic alliance," ucapnya.

Adapun jika dilihat dari penyaluran kreditnya, Bank Jabar Banten (BJB) menjadi peringkat teratas di antara BPD. Hingga kuartal -2026, kredit BJB telah mencapai Rp 141 triliun.

Sedangkan, laba bersih BJB menjadi peringkat teratas kedua di antara BPD. Hingga kuartal I-2026, laba bersih BJB tercatat sebesar Rp 519,304 miliar.

Meski BPD besar menunjukkan pertumbuhan yang positif, BPD lain yang masih dalam tahap berkembang masih cukup kesulitan memacu kinerja awal tahun ini, salah satunya PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY).

Direktur Pemasaran BPD DIY, Raden Agus Trimurjanto menyebut, pertumbuhan kredit banknya belum sesuai target. Ia pun bilang, BPD DIY masih mengutamakan kredit di segmen UMKM.

Baca Juga: Bangkit dari Rugi, Bank Maspion (BMAS) Cetak Laba Rp 31,8 Miliar di 2025

Hingga kuartal I-2026, total pembiayaan BPD DIY tercatat sebesar Rp 11 triliun. Sedangkan, laba bersihnya sebesar Rp 73,64 miliar. 

"Sampai saat ini, posisi kami belum sesuai harapan. Outstanding loans kami belum tumbuh," kata Agus saat dihubungi.

Menurutnya, pelambatan kredit ini terjadi karena kemampuan perekonomian nasabah yang sedang tertekan. Agus juga menyebut BPD DIY semakin gencar menambah porsi dana murah dalam pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

Porsi dana murah dalam portofolio DPK BPD DIY mencapai 76%. Agus bilang, BPD DIY akan membatasi penghimpunan dana korporasi.

"Kami tetap yakin bahwa kredit dan DPK bisa tumbuh melalui sektor retail dan umkm," kata Agus.

Laba Bersih Sejumlah BPD Kuartal I-2026

Bank Jatim: Rp 661,23 miliar

BJB: Rp 519,30 miliar

Bank Jateng: Rp 328,33 miliar

Bank DKI: Rp 290,95 miliar

BPD Sumut: Rp 200,33 miliar

BPD Sulsel Sulbar: Rp 154,66 miliar

BPD Sumsel Babel: Rp 149,72 miliar

BPD Kalbar: Rp 138,5 miliar

BPD DIY: Rp 73,64 miliar

BPD Aceh: Rp 68,7 miliar

Aset Sejumlah BPD Kuartal I-2026

BJB: Rp 221,81 triliun

Bank Jatim: Rp 164 triliun

Bank DKI: Rp 98,4 triliun

Bank Jateng: Rp 93,9 triliun

BPD Sumut: Rp 48,9 Triliun

BPD Sumsel Babel: Rp 38,9 triliun

BPD Sulsel Sulbar: Rp 32,6 triliun

BPD Aceh: Rp 29,8 triliun

BPD Kalbar: Rp 26,2 triliun

BPD DIY: Rp 20,8 triliun

Baca Juga: Menakar Kelayakan Saham Big Banks Kala BI Rate Naik, Berikut Rekomendasi Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×