kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Industri Asuransi Tetap Pede Lalui 2022 di Tengah Merebaknya Varian Omicron


Jumat, 11 Februari 2022 / 22:09 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melintas di depan logo perusahaan industri asuransi jiwa di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Jakarta,


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri asuransi tetap optimistis untuk meningkatkan kinerja pada 2022 kendati pada awal tahun ini dihadapkan dengan penyebaran kasus Covid-19 varian Omicron.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, varian ini memicu penambahan kasus sebesar 36.057 kasus per 6 Februari 2022.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan, tetap optimistis lantaran membandingkan kondisi peningkatan kasus Covid-19 pada awal tahun ini dengan mewabahnya varian Delta pada awal semester II/2021.

Pada saat itu, jelas dia, penurunan kontribusi kanal distribusi keagenan di industri asuransi jiwa mendapatkan kompensasi dari kanal bancassurance. Pada saat yang sama, jelas dia, kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi asuransi kesehatan menopang penjualan produk asuransi jiwa.

Dia meyakini bahwa pola bisnis serupa masih akan terjadi pada awal 2022 ini. Apalagi, tegasnya, mayoritas masyarakat juga semakin patuh terhadap imbauan pemerintah kendati telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Baca Juga: Perusaaan Asuransi Jiwa Genjot Premi dari Bancassurance

“Kalau dikonsolidasikan [pendapatannya] naik tipis. Pola tidak akan berubah dengan situasi Omicron, karena masyarakat sudah aware,” kata Togar dalam keterangannya, Jumat (11/2).

Kendati begitu, Togar mengakui bahwa penyebaran varian Omicron ini bisa menjadi sentimen negatif bagi pasar modal dan pada akhirnya berdampak pada pengelolaan portofolio dan hasil investasi asuransi jiwa.

“Kami berharap [Omicron] tidak berpengaruh ke kegiatan investasi di bursa,” ujarnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×