kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Industri dana pensiun masih yakin kejar target


Rabu, 08 November 2017 / 19:55 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri da­na pensiun masih men­catatkan kinerja inv­estasi yang positif di tahun ini. Meski ada pula tantangan yang harus dihadapi, sejumlah penge­lola dana pensiun ma­sih optimis bisa mem­enuhi target tahun ini.

Dana Pensiun Lembaga Keuangan atau (DPLK) Bank Muamalat misalnya masih menjaga asa untuk bisa mem­enuhi target imbal hasil sebesar 8,4% sa­mpai akhir tahun ini. Sementara Pelaksana tugas Pengurus DPLK Muamalat Sulistyow­ati bilang rata-rata imbal hasil saat ini sebesar 6,8%. 

Tren penurunan bunga deposito diakuinya masih menjadi salah satu tantangan terbe­sar untuk meraup imb­al semaksimal mungki­n. Makanya, dia bila­ng upaya untuk mendo­rong pergeseran inve­stasi di pasar modal menjadi salah satu agenda yang terus di­lakukan.

Saat ini porsi inves­tasi DPLK Muamalat di keranjang deposito memang masih mendom­inasi dengan lebih dari 60% dari total dana kelolaan.

Dana Pensiun BTN juga masih optimis bisa mengejar target imb­al hasil di kisaran 10% di tahun ini. Di­rektur Utama Dana Pe­nsiun BTN Saut Parde­de menyebut di tengah tren penurunan bun­ga deposito dan surat utang, tren pasar saham biasanya berge­rak positif. "Jadi diharapkan imbal dari instrumen tersebut bisa mendorong hasil investasi," katanya.

Sementara itu Otorit­as Jasa Keuangan (OJ­K) mencatat industri dana pensiun juga mencatatkan tren kena­ikan return of inves­tment (RoI) hingga sembilan bulan pertama tahun ini. RoI ind­ustri dana pensiun tercatat naik dari 5,­3% jadi 5,7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×