kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Inflasi Medis Tekan Asuransi Kesehatan, AXA Mandiri Ambil Langkah Ini!


Senin, 13 April 2026 / 17:24 WIB
Inflasi Medis Tekan Asuransi Kesehatan, AXA Mandiri Ambil Langkah Ini!
ILUSTRASI. Premi Asuransi Jiwa-Pelayanan di Kantor AXA Mandiri, JAkarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi medis yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, turut menekan kinerja asuransi kesehatan di industri asuransi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan fenomena inflasi medis masih menjadi salah satu tantangan utama bagi industri asuransi kesehatan pada tahun ini. 

Untuk mengantisipasi tantangan dari inflasi medis, PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) akan menerapkan sejumlah upaya. Chief Customer, Marketing, and Product Officer AXA Mandiri Theodores Tangke mengatakan upayanya, yakni melakukan penyesuaian premi secara terukur, penguatan praktik manajemen risiko, serta optimalisasi pengelolaan klaim.

"Ditambah, melakukan peningkatan digitalisasi untuk memastikan proses yang lebih efisien bagi nasabah," katanya kepada Kontan, Senin (13/4/2026).

Baca Juga: Asei Beberkan Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Asuransi Perdagangan

Theodores menerangkan seluruh langkah tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan regulator dan kebutuhan menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan keterjangkauan bagi masyarakat.

Selain itu, Theodores menyampaikan AXA Mandiri juga bekerja sama dengan sejumlah perusahaan asuransi lain untuk menghadirkan inovasi produk yang diharapkan bisa menjadi solusi. Dia bilang produk itu adalah Asuransi Kesehatan Proteksi Ekstra yang mendukung skema Coordination of Benefit (COB). 

Produk tersebut menawarkan manfaat perlindungan kesehatan komprehensif, termasuk manfaat rawat inap hingga Rp 2,5 miliar per tahun, sehingga memberikan rasa aman dan kepastian finansial bagi nasabah.

"Inisiatif lain AXA Mandiri adalah bekerja sama dengan beberapa rumah sakit dalam pengendalian biaya (cost containment) dan mengoptimalkan layanan telekonsultasi," tuturnya.

Secara keseluruhan, Theodores mengatakan AXA Mandiri terus memantau dinamika biaya layanan kesehatan dan memastikan bahwa layanan, serta produk yang ditawarkan tetap relevan dan berkelanjutan. 

Secara umum, Theodores menerangkan industri asuransi jiwa saat ini mencatat peningkatan rasio klaim kesehatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, dia menyebut rasio klaim untuk produk asuransi kesehatan AXA Mandiri tetap berada pada tingkat yang terjaga, dengan lebih dari 70% kontribusi klaim berasal dari produk kumpulan. Sayangnya, tak diungkapkan nilai rasio klaim kesehatan yang dibukukan.

Baca Juga: OJK Longgarkan SLIK, Catatan Kredit di Bawah Rp 1 Juta Tak Akan Muncul

Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi, AXA Mandiri mencatatkan premi sebesar Rp 1,63 triliun per Februari 2026. Adapun klaim yang dibayar mencapai Rp 257,60 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×