kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Ingin naik kelas, Bank BKE butuh Rp 650 miliar


Rabu, 24 Agustus 2016 / 19:28 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Bank Kesejahteraan Ekonomi mengaku butuh dana segar sebesar Rp 650 miliar untuk bisa naik menjadi BUKU II. Saat ini, bank yang berencana melakukan rebranding jadi Bank BKE ini mempunyai modal inti sebesar Rp 317 miliar.

Sesuai aturan, untuk masuk dalam kelompok BUKU II, bank harus memiliki modal inti minimal Rp 1 triliun.

Direktur Utama Bank Kesejahteraan Ekonomi Sasmaya Tuhuleley mengatakan, terkait penambahan modal, pemegang saham yaitu Taspen sudah berkomitmen menyuntikkan modal sebesar Rp 100 miliar sampai Rp 150 miliar. “Nanti kami harapkan sebelum IPO (initial public offering), sudah ada penambahan modal dari pemegang saham eksisting sehingga setelah IPO, kami langsung bisa masuk BUKU II,” ujar Sasmaya, Rabu, (24/8).

Sebelumnya, perusahaan menargetkan dana segar berkisar Rp 500 miliar-Rp 600 miliar dari hajatan IPO.

Selain, mengandalkan dana dari pemegang saham, pada semester II 2016, Bank BKE berencana menerbitkan subdebt untuk menambah modal. Jumlah dana yang diperkirakan masuk melalui subdebt sebesar Rp 200 miliar pada November 2016. Namun, untuk subdebt, Sasmaya mengatakan, tidak akan masuk ke dalam modal inti, melainkan lebih ke modal pelengkap atau tier 2.

Sasmaya mengatakan, dengan adanya tambahan modal dan masuknya Bank BKE ke dalam BUKU II, diharapkan bank bisa masuk ke bisnis tambahan yaitu bancassurance. Selain itu, dalam tiga tahun ke depan bank juga menargetkan bisa memperbesar jumlah koperasi yang bekerjasama. Untuk mencapai target itu, pada awal September 2016, Bank BKE akan melakukan kerjasama dengan PT Telkom untuk membentuk koperasi.

Sampai semester I 2016, Bank BKE mencatatkan kinerja cukup gemilang. Ini terlihat dari laba bersih yang naik 146% yoy menjadi Rp 24,9 miliar. Kenaikan laba didorong pendapatan bunga bersih yang meningkat 34,01% yoy dan beban operasional selain bunga yang tumbuh lebih rendah yaitu 10,49% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×