kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ini alasan holding perbankan melibatkan perusahaan non-bank


Senin, 06 Mei 2019 / 20:30 WIB
Ini alasan holding perbankan melibatkan perusahaan non-bank


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mematangkan pembentukan holding keuangan (perbankan) yang diperkirakan rampung tahun ini.

Di sisi lain BUMN mempunyai alasan tersendiri kenapa holding perbankan tidak hanya melibatkan perusahaan perbankan tetapi juga perusahaan non-bank seperti perusahaan aset manajemen unit (AMU) dari Bahana, Pegadaian, perusahaan sistem pembayaran Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), PNM (Permodalan Nasional Madani) dan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya).

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo menjelaskan keterlibatan perusahaan non-bank tersebut untuk mendapatkan big data perusahaan dalam menganalisis profil nasabah sehingga diketahui produk yang dibutuhkan serta bagaimana potensi pasarnya. Diketahui, Pegadaian menyalurkan pinjaman ke banyak nasabah melalui platform pinjaman beragam.

“Ke depan kami mau memanfaatkan big data secara komprehensif dari Pegadaian dan PNM. Kami bisa mengetahui perilaku orang, jenis produk dan sebagainya sehingga kami bisa melayani mereka sesuai target pasar,” kata Gatot di Jakarta, Minggu (5/5).

Jadi ke depannya holding bukan hanya menyediakan produk tetapi juga membaca kebutuhan pasar. Misalnya saja, terjadi pergeseran pasar yang lebih banyak menyasar segmen milenial melalui peyediaan layanan fintech.

Maka itu Kementerian BUMN juga gencar mendorong perusahaan pelat merah menyediakan layanan fintech. Seperti Pegadaian yang bakal meluncurkan layanan fintech lending di tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×