kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Ini cara BCA sapu bersih kredit jelek komersial


Kamis, 27 Juli 2017 / 20:13 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dessy Rosalina

JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan berusaha menurunkan rasio kredit bermasalah di sektor komersial. Hal ini karena, rasio kredit bermasalah (NPL) sektor komersial merupakan yang tertinggi dibandingkan korporasi dan konsumer.

NPL komersial BCA semester 1 2017 tercatat sebesar 2,2%. Henry Koenaifi, Direktur BCA mengatakan untuk menurunkan NPL bank tetap akan selektif disektor komersial yang memiliki prospek.

“Selama ini beberapa sektor yang menyumbang NPL komersial adalah dari industri sepatu, perternakan ayam, hotel dan tambang,” ujar Henry ketika ditemui setelah paparan kinerja, Kamis (27/7).

Diharapkan dengan meningkatkan manajemen risko penyaluran kredit komersial, NPL komersial bisa turun dari posisi terakhir semester 1. Rudy Susanto, Direktur BCA memproyeksi sampai akhir 2017 NPL BCA diperkraikan sebesar 1,5%-2%%.

Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama BCA mengatakan pada paruh pertama 2017 memang pertumbuhan sektor komersial UKM tidak terlalu optimal.

“Untuk mengatasi NPL secara umum BCA akan melakukan beberapa hal seperti penjualan jaminan,” ujar Jahja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×