Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli
Direktur Keuangan Bank Mandiri Sigit Prastowo menambahkan target sektor pertumbuhan kredit bank berlogo pita emas ini mengikuti ketentuan portfolio guideline internal dengan menargetkan pertumbuhan kepada sektor-sektor yang tergolong prospektif dan resilien, termasuk juga di antaranya Industri Pengolahan dan Perdagangan.
Sampai dengan Juni 2024, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit kepada sektor Industri Pengolahan sebesar Rp 156 triliun atau tumbuh 10,7% YoY dan industri perdagangan sebesar Rp 103,8 triliun atau tumbuh 9,8% YoY.
“Kami optimis masih terdapat potensi peningkatan pada sektor tersebut sampai dengan akhir tahun, namun kami tetap akan berhati-hati dalam menyalurkan kredit dan menyeimbangkan antara pertumbuhan dan profitabilitas,” ujar Sigit.
Baca Juga: Kredit Menganggur Perbankan Kian Menumpuk, Ini Penyebabnya
Sementara itu, EVP Corporate and Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengungkapkan bahwa BCA pun berharap penyaluran kredit ke sektor manufaktur dan perdagangan dapat terus bertumbuh, selaras dengan prospek perekonomian Indonesia yang positif.
Sebagai gambaran, BCA telah menyalurkan kredit ke sektor manufaktur sebesar Rp 181,5 triliun per Juni 2024, atau tumbuh sebesar 13,5% YoY. Untuk sektor perdagangan, BCA telah menyalurkan kredit sebesar Rp 179,9 triliun, atau naik 8,9% YoY.
“Ke depannya, BCA senantiasa berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, salah satunya dengan mendorong penyaluran kredit ke berbagai sektor,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News