kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Ini kunci sukses bankir jebolan Bank Mandiri


Kamis, 13 April 2017 / 22:06 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk merupakan salah satu perusahaan BUMN yang alumninya banyak dicari oleh perusahaan lain. Contoh terakhir, Pahala Nugraha Mansyuri yang Rabu (12/4) lalu ditunjuk sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia menggantikan M Arif Wibowo.

Menurut pengakuan beberapa alumninya, Bank Mandiri mempunyai budaya kerja yang sedikit berbeda dengan bank lain. “Agus Martowardojo (ketika menjadi dirut) pernah menekankan bahwa Mandiri memang ditujukan menjadi lain dari yang lain,” ujar Iman Nugroho Soeko, Direktur Keuangan dan Treasury BTN, Kamis (13/4).

Iman yang lama merintis karir di Bank Mandiri mengatakan, setelah krisis, bank BUMN terkenal mempunyai stereotipe negatif karena banyak membutuhkan bantuan pemerintah berupa obligasi rekap. Untuk mengubah itu, Mandiri berupaya untuk memberikan citra menjadi bank yang bisa dipercaya.

Menurut Iman, Bank Mandiri mempunyai lima prinsip yang harus dipegang teguh oleh bankirnya. Lima prinsip ini adalah pertama harus bisa dipercaya, kedua, mempunyai integritas.

Ketiga adalah profesional. Lalu, keempat adalah fokus pelayanan kepada nasabah. Dan kelima, selalu berupaya menjadi yang terbaik.

Budi Gunadi Sadikin, Staf Khusus Menteri BUMN mengatakan, selain Bank Mandiri, beberapa perusahaan BUMN lain seperti BRI dan Telkom juga mempunyai sumber daya manusia yang cukup bagus. Hal ini bisa dilihat dari para alumninya yang menduduki jabatan tinggi di perusahaan besar lain.

Sunarso, Wakil Direktur Utama BRI mengatakan, saat ini, yang dibutuhkan perusahaan besar tidak hanya manajerial, tapi juga kepemimpinan. Oleh karena itu, perusahaan BUMN diharapkan bisa meningkatkan kualitas kaderisasi yang dihasilkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×